Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Air Irigasi bagi Pertanian diwilayah desa Tanjakan merupakan Faktor utama penunjang Suksesnya pertanian khususnya tanaman padi, Karena Desa Tanjakan Kecamatan Krangkeng merupakan Desa paling ujung penerima manfaat Air irigasi pertanian.
Jalur Saluran irigasi mulai dari Bendung rentang, Pintu air Kertasmaya, Pintu air Mundu, Pintu air Gang 1 Karangampel dan Pintu air Pringgacala, setelah itu baru menuju ke Saluran Skunder yaitu wilayah Desa Tanjakan dan sekitarnya.
Dalam pelaksanaan pembagian atau jadwal air irigasi nyata tidak bisa sampai ke Desa Tanjakan. Hal tersebut terjadi karena beberapa Faktor, antara lain, Debit air yang kurang mencukupi, Jadwal giring air yang bersamaan dengan desa lain (dibagi rata), Sedimentasi lumpur yang tinggi sehingga debit air terlihat melimpah akan tetapi sebenarnya hanya sedikit, banyaknya gorong gorong ilegal dan sampah sepanjang perjalanan air.
Upaya yang dilakukan Babinsa Koramil 1610 Krangkeng beserta Kuwu Desa Tanjakan dan Bhabinkamtibmas adalah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BBWS, PSDA dan Mantri pengairan lintas kecamatan bertujuan agar bagaimana caranya air irigasi bisa sampai ke desa tanjakan.
Dari survey Jalur irigasi di duga terjadi pendangkalan di jalur SS Sipetung Si 3 di gang 1 karangampel Kecamatan Karangampel. Untuk itu semua berperan aktif mengupayakan agar air Irigasi bisa mengalir lancar, maka dilaksanakan Karya bakti gotong royong Pengurasan dan pembersihan saluran Irigasi secara gotong royong P3A, mitra Cai dan Kelompok tani, serta masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut yang dipimpin kuwu H. Wadi bersama Babinsa Tanjakan serta Bhabinkamtibmas dan warga sekitar kurang lebih 100 orang dan para petani melaksanakan operasi bersih sampah dan yang lain secara Gotongroyong di sepanjang saluran Sekunder Siwarak, pada Selasa tanggal 13 Januari 2026.
Kuwu H. Wadi berharap setelah saluran irigasi Siwarak dibersihkan saluran air irigasi bisa mengalir lancar sampai ke areal lahan persawahan Desa Tanjakan khususnya di blok Panggang jero yang merupakan ujung Desa Tanjakan agar masyarakat bisa Tanam Rendeng MT 1 Tahun 2025/2026,”Pungkasnya.
(Casinih)


















