banner 728x250

Karawang Jadi Lumbung Pangan Nasional yang Kokoh, Dukung Swasembada Beras Indonesia

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Karawang,pikiranrakyatnusantara.com-Kabupaten Karawang semakin mengukuhkan diri sebagai pilar utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal ini disampaikan secara resmi dalam siaran langsung CNN Indonesia Newsroom bertajuk “Swasembada Pangan: Karawang Lumbung Pangan Nasional”, yang digelar pada Selasa (13/1/2026).

Dalam sesi diskusi yang menghadirkan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. dan anchor Hernof Al Basyir, berbagai capaian, tantangan, serta strategi jangka panjang daerah dalam mempertahankan eksistensinya sebagai sentral produksi padi dan gabah nasional diungkapkan secara mendalam.

banner 325x300

Bupati yang akrab disapa Kang Aep menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan Kementerian Pertanian yang menetapkan Karawang sebagai lokasi Pelaksanaan Panen Raya Nasional, di mana Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga turut hadir secara langsung di Kecamatan Cilebar.

“Alhamdulillah, Karawang dipercaya untuk melaksanakan acara Panen Raya Nasional dengan kehadiran langsung Presiden. Daerah ini memang telah lama menjadi salah satu pusat produksi gabah terkemuka di Indonesia,” ucapnya.

Kegiatan Panen Raya tersebut berlangsung dengan semangat tinggi dari seluruh lapisan masyarakat dan petani. Kualitas padi yang dihasilkan menunjukkan kondisi lahan yang subur serta keberhasilan dalam pengelolaan sektor pertanian di daerah ini.

“Panen berjalan dengan lancar dan hasilnya memuaskan, hal ini menjadi kebanggaan bersama. Karawang memang telah dikenal luas sebagai lumbung padi tanah air,” tambahnya.

Capaian Produksi Melebihi Target

Pada tahun 2025, Kabupaten Karawang berhasil mencatatkan capaian produksi gabah kering panen sebesar 1.400.100 ton, melampaui target yang ditetapkan sebesar 1,4 juta ton. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa peran Karawang sebagai sentra produksi pangan tetap kokoh dan signifikan.

“Kami tidak hanya mencapai target yang diberikan, namun bahkan sedikit melampauinya. Hal ini mempertegas posisi Karawang dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” jelas Bupati Aep.

Menuju tahun 2026, pemerintah daerah tetap optimis dapat memenuhi target peningkatan produksi yang diberikan oleh Kementerian Pertanian. Peningkatan produktivitas, penguatan kualitas gabah, serta pemberdayaan peran petani dan kelompok tani menjadi fokus utama dalam mewujudkannya.

“Kualitas beras dan gabah dari Karawang telah teruji baik. Langkah selanjutnya adalah bagaimana kita terus meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Strategi Pengamanan Lahan Sawah

Untuk menjawab tantangan pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan, Pemkab Karawang mengambil langkah strategis dengan mengunci lahan sawah dalam skema Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Saat ini, telah lebih dari 87 ribu hektare hingga hampir 88 ribu hektare lahan sawah telah masuk dalam skema ini.

“Lahan yang telah kami kucurkan dalam LP2B tidak dapat diubah fungsinya, sehingga luas lahan pertanian di Karawang dapat terjaga dengan baik,” tegas Bupati Aep.

Sebagai bentuk dukungan kepada petani, pemerintah daerah juga memberikan insentif pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan untuk Lahan Pertanian Pangan (PBB-P2) hingga 3 hektare per keluarga, dengan kebijakan yang berlaku secara permanen.

“Kami berkomitmen untuk mendorong masyarakat tetap terlibat dalam sektor pertanian. Oleh karena itu, kami memberikan stimulus berupa pembebasan PBB-P2 untuk maksimal tiga hektare per Kartu Keluarga, agar kebijakan dapat tepat sasaran dan adil,” jelasnya.

Kontribusi Utama dalam Swasembada Beras

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep juga menyampaikan pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa target swasembada pangan yang direncanakan selama empat tahun berhasil dicapai hanya dalam satu tahun. Pada tahun 2025, Indonesia berhasil tidak melakukan impor beras sama sekali, di mana Kabupaten Karawang menjadi salah satu penopang utama dengan kontribusi produksi gabah sebesar 1,4 juta ton.

Selain itu, Karawang juga menjalin kerja sama food estate dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui pengelolaan sekitar 5.000 hektare lahan sawah. Hasil gabah dari Karawang kemudian diproses menjadi beras untuk memenuhi kebutuhan pasokan di ibu kota.

Atas kontribusi luar biasa dalam menjaga ketahanan pangan nasional, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh telah menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya yang langsung disematkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian acara Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan pada Rabu (7/1/2026). Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan negara terhadap dedikasi Pemkab Karawang, yang saat ini masuk dalam peringkat 10 besar daerah penghasil beras nasional dan berkontribusi signifikan dalam pencapaian cadangan beras nasional sebesar 3 juta ton.

(Abah Rudi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *