banner 728x250

Dankodaeral VIII Kunjungi Melonguane Bersama KRI Selar-879, Serap Aspirasi Warga Perbatasan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Melonguane, Talaud — Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) VIII Manado, Laksamana Pertama TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., melaksanakan kunjungan kerja ke Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Selasa (27/1/2026).
Kunjungan kerja ini bertujuan mempererat sinergi antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan laut di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

banner 325x300

Rombongan Dankodaeral VIII bertolak dari Dermaga Satrol Kota Bitung pada Senin (26/1/2026) menggunakan KRI Selar-879, yang dikomandani Mayor Laut (P) Dian Haris Susilo, S.S.T.Han., dan tiba di Melonguane keesokan harinya.
Setibanya di Pelabuhan Umum Melonguane, Dankodaeral VIII beserta rombongan disambut langsung oleh Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Penyambutan berlangsung khidmat melalui prosesi adat khas Talaud, diawali pengalungan kain koffo, penampilan Tarian Bara’a, serta doa adat yang dipimpin tetua adat (Ratumbanua). Doa tersebut merupakan tradisi sakral masyarakat Talaud untuk memohon perlindungan, berkat, dan keselamatan dari Sang Pencipta (Mawu Ruata).
Dalam sambutannya, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pemerintah daerah dan masyarakat Melonguane.

  • “Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung kondisi satuan TNI AL di wilayah Talaud sekaligus memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan laut, khususnya di wilayah perbatasan,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kedaulatan wilayah perbatasan serta mendukung pembangunan daerah.
Selain kunjungan kerja, Dankodaeral VIII juga melaksanakan tatap muka dan dialog bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama di Kantor Bupati Kepulauan Talaud. Dialog tersebut dilakukan untuk membangun komunikasi terbuka dan menyejukkan suasana di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Laksda TNI Dery menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk bersikap profesional, transparan, dan objektif dalam menangani setiap permasalahan yang melibatkan oknum prajurit.

“Kami tidak akan menutupi dugaan kasus penganiayaan ini. Proses hukum akan berjalan secara transparan dan sesuai ketentuan. Jika terbukti bersalah, hukuman akan dijalankan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Atas nama institusi TNI Angkatan Laut, Dankodaeral VIII juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Melonguane atas insiden yang terjadi.

  • “Atas nama TNI Angkatan Laut, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Melonguane,” ucapnya.
    Dalam dialog tersebut, ia juga menanggapi aspirasi masyarakat terkait penerimaan calon prajurit TNI AL dari wilayah perbatasan Kepulauan Talaud.
    “Penerimaan prajurit TNI AL dari wilayah Kepulauan Talaud akan kami prioritaskan. Meskipun sistem penerimaan bersifat kewilayahan, masyarakat perbatasan tetap mendapat perhatian khusus sebagai bagian dari pengamanan wilayah negara,” jelasnya.

Para tokoh masyarakat dan adat yang hadir mengapresiasi langkah cepat Dankodaeral VIII dalam merespons aspirasi warga. Mereka berharap komunikasi yang intens dan berkelanjutan antara TNI AL dan masyarakat terus terjaga demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kepulauan Talaud.

Turut mendampingi Dankodaeral VIII dalam kunjungan kerja tersebut antara lain Dansatrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CHRMP., Asintel Kodaeral VIII, Kafasharkam, Kaakun Kodaeral VIII, unsur Forkopimda Kepulauan Talaud, serta unsur perbantuan BINDA Sulawesi Utara.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan hubungan harmonis antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan masyarakat adat Melonguane semakin solid dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan serta memperkokoh keutuhan NKRI.

 

(Harto)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *