Melonguane, Talaud — Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) VIII Manado, Laksamana Pertama TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla,
melaksanakan kunjungan kerja ke Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Selasa (27/1/2026).
Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk mempererat sinergi antara TNI Angkatan Laut,
pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Rombongan Dankodaeral VIII bertolak dari Dermaga Satrol Kota Bitung pada Senin (26/1/2026) menggunakan KRI Selar-879 yang dikomandani Mayor Laut (P) Dian Haris Susilo, dan tiba di Melonguane pada keesokan harinya. Setibanya di Pelabuhan Umum Melonguane, Dankodaeral VIII beserta rombongan disambut langsung oleh Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat melalui adat khas Talaud, diawali pengalungan kain koffo, penampilan Tari Bara’a, serta doa adat yang dipimpin oleh tetua adat (Ratumbanua). Doa tersebut merupakan tradisi sakral masyarakat Talaud untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan berkat dari Sang Pencipta (Mawu Ruata)
bagi tamu dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan pemerintah daerah dan masyarakat Melonguane.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi satuan TNI AL di wilayah Kepulauan Talaud serta memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam menjaga keamanan laut, khususnya di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi yang solid antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan
masyarakat dalam mendukung pembangunan serta menjaga kedaulatan wilayah perbatasan NKRI.
Selain melakukan peninjauan satuan, Dankodaeral VIII juga menggelar tatap muka dan dialog bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama yang berlangsung di Kantor Bupati Kepulauan Talaud. Kegiatan tersebut bertujuan membangun komunikasi terbuka dan menciptakan suasana yang sejuk serta kondusif di tengah masyarakat.
Dalam dialog tersebut, Laksda TNI Dery menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk bersikap profesional dan transparan dalam menangani setiap permasalahan, termasuk dugaan kasus penganiayaan yang melibatkan oknum prajurit.
“Tidak perlu khawatir. Kami tidak akan menutupi dugaan kasus ini. Proses hukum akan berjalan secara transparan dan objektif. Kami tidak akan mengurangi hukuman. Apabila hukuman itu harus dijalankan, maka akan kami laksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Atas nama institusi TNI Angkatan Laut, Dankodaeral VIII juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Melonguane atas insiden yang terjadi.
“Atas nama TNI Angkatan Laut, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Melonguane,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Laksda TNI Dery turut menanggapi aspirasi tokoh masyarakat terkait penerimaan calon prajurit TNI AL dari wilayah perbatasan Kepulauan Talaud.
“Untuk penerimaan prajurit TNI AL dari wilayah Kepulauan Talaud akan kami prioritaskan. Meskipun kuota penerimaan bersifat kewilayahan, masyarakat perbatasan tetap mendapat perhatian sebagai bagian dari upaya penguatan pertahanan wilayah negara,” jelasnya.
Para tokoh masyarakat dan adat menyambut baik dialog tersebut serta mengapresiasi langkah cepat Dankodaeral VIII dalam merespons aspirasi warga. Mereka berharap komunikasi dan kerja sama antara TNI AL dan masyarakat dapat terus terjalin secara berkelanjutan demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kepulauan Talaud.
Turut mendampingi Dankodaeral VIII dalam kunjungan kerja tersebut antara lain Danlanal Melonguane, Dansatrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CHRMP, Asintel Kodaeral VIII, Kafasharkam, Kaakun Kodaeral VIII, unsur Forkopimda Kepulauan Talaud, serta unsur perbantuan BINDA Sulawesi Utara.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan hubungan harmonis antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan masyarakat adat Melonguane semakin kuat dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan serta memperkokoh keutuhan NKRI.
(Harto)


















