banner 728x250

POLA Kota Bitung Ikuti Pagelaran Tulude 2026, Simbol Persaudaraan Lintas Adat dan Agama

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

BITUNG, Jumat 30 Januari 2026 – Hari ini, halaman Kantor Wali Kota Bitung dipenuhi riuh rendah langkah dan warna saat Persatuan Organisasi Lintas Adat dan Agama (POLA) Kota Bitung mengambil bagian dalam Pagelaran Adat Tulude Tahun 2026.

Suasana khidmat dan meriah bercampur menjadi satu, mencerminkan semangat kebersamaan yang mengalir di setiap sudut kota ini.
Rangkaian acara diawali dengan parade budaya, di mana pengurus dan simpatisan POLA berjalan dari Patung Xaverius Dotulong Madidir menuju kantor wali kota. Setiap langkah mereka diiringi musik khas Sangihe, yang menambah kekhidmatan sekaligus nuansa meriah pagelaran. Kostum adat berwarna-warni dan ornamen tradisional yang dikenakan peserta parade seakan bercerita tentang kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Bitung.

banner 325x300

Ketua POLA Kota Bitung, Puboksa Hutahaean, menegaskan bahwa partisipasi organisasi yang dipimpinnya lebih dari sekadar mengikuti tradisi. “Pagelaran adat Tulude bukan hanya ritual atau perayaan budaya. Ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas penyertaan-Nya dan kehidupan masyarakat selama satu tahun terakhir,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Ia menambahkan, Tulude adalah momen refleksi, sarana menyatukan hati lintas adat dan agama, sekaligus wadah silaturahmi bagi seluruh elemen masyarakat. Setiap langkah dalam parade, setiap alunan musik, dan setiap simbol yang ditampilkan menjadi pengingat tentang pentingnya persatuan, toleransi, dan penghormatan terhadap leluhur. “Kita menghormati tradisi bukan sekadar untuk melestarikannya, tetapi juga untuk menegaskan nilai-nilai persaudaraan yang menjadi fondasi kehidupan sosial di Kota Bitung,” kata Puboksa.

Pagelaran Tulude tahun ini menampilkan berbagai kegiatan menarik. Selain parade budaya, terdapat pertunjukan tarian adat, pameran seni kerajinan lokal, serta ritual syukuran yang melibatkan seluruh masyarakat.

Semua kegiatan itu tidak hanya memperkuat identitas budaya tetapi juga mempererat hubungan antarwarga dari berbagai latar belakang adat dan agama. Keberagaman yang tercermin di dalamnya menjadi simbol nyata dari keharmonisan sosial yang selalu dijunjung tinggi oleh Pemerintah Kota Bitung.

Melalui partisipasinya, POLA menegaskan komitmen untuk mendukung pelestarian budaya lokal serta memperkuat rasa kebersamaan. Nilai-nilai toleransi yang tercermin dalam Pagelaran Tulude diharapkan menjadi fondasi bagi Kota Bitung yang damai, harmonis, dan sejahtera. Bagi masyarakat, momen ini bukan sekadar ajang perayaan, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab menjaga warisan leluhur dan membangun masyarakat yang saling menghargai.

Hari itu, halaman Kantor Wali Kota Bitung dipenuhi senyum, tawa, dan langkah-langkah penuh kebanggaan. Suasana yang sederhana namun sarat makna ini menjadi bukti nyata bahwa budaya bukan hanya soal masa lalu, melainkan juga kekuatan untuk menyatukan, menginspirasi, dan menumbuhkan persaudaraan lintas adat dan agama di masa kini.

(Harto )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *