Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Dalam rangka menyemarakkan peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kilang Pertamina Balongan menggelar seminar kesehatan bertajuk “Fit to Work & Stay Healthy: Fondasi Kesehatan untuk Kinerja Berkelanjutan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Patra Ayu, Perumahan Pertamina Bumi Patra Indramayu, Selasa (10/02/2026).
Seminar ini mendapat antusias tinggi dengan dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari pekerja Kilang Balongan beserta keluarga, serta para pekerja mitra. Kehadiran dr. Reisa Broto Asmoro, praktisi kesehatan sekaligus public figure, menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut.
Senior Manager Operation and Manufacturing (SMOM) Kilang Balongan, Eko Nurcahyono, mewakili General Manager, menyampaikan bahwa kinerja perusahaan yang unggul selalu berawal dari pekerja yang sehat dan selamat.
Dalam sambutannya, Eko memaparkan bahwa angka kecelakaan kerja di Indonesia pada Kuartal I (Q1) 2025 mengalami kenaikan sebesar 9,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, pada Q1 2025 tercatat sebanyak 5.632 kasus kecelakaan kerja, yang sebagian besar terjadi di sektor konstruksi, manufaktur, dan pertambangan.
“Konsep fit to work bukan hanya memastikan seseorang layak bekerja hari ini, tetapi juga memastikan pekerja mampu bertahan sehat, bugar, dan produktif dalam jangka panjang. Inilah makna dari stay healthy, sebuah fondasi penting untuk menciptakan kinerja yang berkelanjutan, aman, dan berkualitas,” terang Eko.
Ia juga mengajak seluruh jajaran manajemen dan pekerja untuk menjadikan semangat Bulan K3 sebagai budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar slogan atau kegiatan seremonial semata.
Sementara itu, dalam paparannya dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan pentingnya menjaga pola hidup sehat melalui aktivitas fisik dan olahraga rutin, menjaga asupan makanan bergizi seimbang, serta mengelola stres dengan baik.
“Dampak dari gaya hidup yang tidak sehat dapat memicu penyakit metabolisme, degeneratif, menahun dan tidak menular. Empat penyakit kritis tertinggi di Indonesia adalah stroke, kanker, jantung, hingga diabetes,” ungkap dr. Reisa.
Acara yang dimoderatori oleh dr. Ferdi Marulitua Simanjuntak, M.K.M, AIFO-K dari Health-HSSE Kilang Balongan ini juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan dan apresiasi kepada para juara Program Wellness bagi pekerja dan petugas security.
Secara terpisah, Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Balongan, Cecep Supriyatna, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini menjadi bukti keseriusan Kilang Pertamina Balongan dalam mendukung ketahanan energi nasional, salah satunya melalui upaya menjaga kesehatan fisik dan mental para pekerja agar mampu mengoperasikan kilang secara optimal, aman, dan berkelanjutan.
















