Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu terus mendorong transformasi digital guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Upaya tersebut dilakukan secara simultan agar kinerja Diskominfo semakin optimal dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Diskominfo Indramayu, H. Suwenda, S.Sos., M.Si., saat menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) bersama perangkat daerah terkait, kelompok masyarakat, serta para stakeholder di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Suwenda menjelaskan, fokus utama tahun 2026 meliputi penguatan tata kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), integrasi data sektoral, serta optimalisasi keterbukaan informasi publik. Langkah tersebut diambil guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel sesuai visi Indramayu REANG.
Salah satu capaian signifikan yang diraih adalah peningkatan Indeks SPBE Kabupaten Indramayu yang kini mencapai angka 3,93 dengan predikat “Sangat Baik”. Selain itu, Diskominfo juga tengah mengembangkan ekosistem digital melalui super apps seperti Wong Reang Apps untuk masyarakat dan PATAS untuk internal ASN.
“Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai layanan, mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, hingga pengaduan masyarakat dalam satu pintu berbasis Single Sign On,” jelasnya.
Suwenda menegaskan pentingnya kolaborasi antar perangkat daerah dalam menjaga ekosistem data. Menurutnya, kecepatan pemenuhan informasi publik dan keakuratan data statistik sektoral sangat bergantung pada kesiapan serta komitmen seluruh perangkat daerah.
“Kami berperan sebagai walidata untuk memastikan setiap informasi yang dipublikasikan melalui portal Open Data telah memenuhi standar dan prinsip Satu Data Indonesia,” ujarnya.
Dalam pengelolaan pengaduan, program “Wong Reang Wadul” kini menjadi garda terdepan dalam merespons aduan masyarakat. Tercatat sebanyak 109 aduan berhasil diselesaikan per Januari 2026 melalui kanal SP4N-LAPOR.
Di bidang keamanan informasi, Diskominfo membentuk Tim Tanggap Insiden Siber (Indramayu-CSIRT) serta melakukan audit keamanan sistem secara rutin. Selain itu, penggunaan Sertifikat Elektronik untuk mendukung Tanda Tangan Elektronik (TTE) juga terus difasilitasi. Hingga Januari 2026, tercatat lebih dari 2,6 juta transaksi TTE telah dilakukan guna memastikan keaslian dan keutuhan dokumen pemerintah.
Pada sektor komunikasi publik, Diskominfo aktif menyebarluaskan informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah, mulai dari publikasi pimpinan daerah, perangkat daerah, kecamatan, desa, hingga instansi pendidikan. Bahkan, sekolah di bawah naungan Kementerian Agama seperti MTsN dan MAN, serta SMA dan SMK di bawah pemerintah provinsi, turut berkolaborasi dengan akun Instagram Diskominfo.
Langkah ini menunjukkan bahwa publikasi Diskominfo bersifat inklusif demi kemajuan daerah. Dengan strategi tersebut, diseminasi informasi pembangunan diharapkan menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara lebih luas, masif, dan terukur.
Melalui integrasi layanan di bawah Bidang IKP, TIK, serta Statistik dan Persandian, Diskominfo Kabupaten Indramayu optimistis dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif dan berkualitas. Upaya berkelanjutan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memangkas birokrasi yang rumit melalui sistem aplikasi yang terintegrasi demi kenyamanan seluruh warga Indramayu.
(Casinih)


















