Bitung, 6 Maret 2026 – Ratusan prajurit Infanteri TNI Angkatan Darat mengikuti upacara penutupan Latihan Yudha Wastu Pramuka yang dirangkaikan dengan tradisi pembaretan di Pantai Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (6/3/2026).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Wempi Ramandei, S.Sos. selaku Inspektur Upacara, dan berlangsung dengan penuh khidmat serta semangat kebanggaan prajurit Infanteri.
Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembentukan prajurit Infanteri TNI AD yang profesional, tangguh, serta memiliki militansi tinggi dalam menjalankan tugas-tugas pertahanan negara.
Sebanyak 123 prajurit Bintara dan 509 prajurit Tamtama yang telah menyelesaikan rangkaian pendidikan dan latihan mengikuti kegiatan tersebut. Latihan Yudha Wastu Pramuka merupakan bagian dari proses pembinaan kemampuan prajurit Infanteri yang menitikberatkan pada ketahanan fisik, mental, disiplin, serta kemampuan tempur di medan operasi.
Dalam amanatnya, Brigjen TNI Wempi Ramandei menegaskan bahwa latihan tersebut merupakan tahapan penting dalam membentuk karakter prajurit Infanteri yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
- > “Manfaatkan seluruh pengalaman selama latihan ini sebagai bekal untuk menghadapi berbagai tugas di masa mendatang. Jadilah prajurit Infanteri yang profesional, tangguh, disiplin, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi kepada bangsa dan negara,” ujar Brigjen TNI Wempi Ramandei.
Upacara tersebut juga dirangkaikan dengan tradisi pembaretan, yang merupakan simbol kehormatan dan kebanggaan bagi prajurit Infanteri. Baret Infanteri yang dikenakan para prajurit mengandung makna tanggung jawab besar untuk menjaga kehormatan satuan, menjunjung tinggi disiplin, loyalitas, serta pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa dan negara.
Bertindak sebagai Komandan Upacara, Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, S.I.P., M.H., M.Sc., selaku Dansecata Rindam XIII/Merdeka, yang dalam kesempatan tersebut juga menegaskan bahwa prajurit Infanteri harus selalu siap menghadapi setiap tantangan tugas serta menjunjung tinggi nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda serta tokoh masyarakat, di antaranya:
Kolonel Inf Richard Harison – Wadan Rindam XIII/Merdeka
Kolonel Inf Jusriadi, S.Ag., M.Si. – Kabag Dik Rindam XIII/Merdeka
Kolonel Inf Andis Siswanto, S.I.P. – Kabag Lat Rindam XIII/Merdeka
Letkol Inf Jendris Yulmas Vinas – Dandodikjur
Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, S.I.P., M.H., M.Sc. – Dansecata Rindam XIII/Merdeka
Kompol Karel Tangay, S.H. – Kabag Ops mewakili Kapolres Bitung
Kapten Inf Markus Tilaar, S.Th. – mewakili Dandim 1310/Bitung
Fonda Femmy Orah, S.Sos. – Camat Matuari
Bartje Ticoalu, S.Pd. – Lurah Tanjung Merah
Ny. Levina Wempi Ramandei – Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang X Rindam PD XIII/Merdeka
Para Kasi Rindam XIII/Merdeka
Para Kadep Rindam XIII/Merdeka

Melalui kegiatan ini diharapkan para prajurit Infanteri yang telah menyelesaikan latihan mampu menjadi garda terdepan TNI Angkatan Darat yang profesional, disiplin, dan siap mengabdi demi menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Harto


















