banner 728x250

Polres Bitung Amankan 17 Sekelompok Pelaku Tawuran Sari Kelapa–Empang yang Viral di Media Sosial

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

 

Bitung, Senin 9 Maret 2026 – Aksi tawuran antara dua kelompok pemuda dari wilayah Sari Kelapa dan Empang, Kota Bitung, yang viral di media sosial pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 07.00 WITA, langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

banner 325x300

Dalam penanganan kasus tersebut, aparat berhasil mengamankan 17 orang terduga pelaku tawuran.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H. saat menggelar konferensi pers di Kantor Polsek Maesa, Kota Bitung, Senin (9/3/2026).

Kapolres menjelaskan bahwa peristiwa tawuran terjadi di pertigaan Sari Kelapa–Empang dan melibatkan dua kelompok pemuda dari wilayah tersebut. Dalam aksi tersebut, para pelaku menggunakan berbagai benda sebagai alat untuk saling menyerang.

  • “Berdasarkan video yang viral di media sosial pada tanggal 8 Maret sekitar pukul 07.00 pagi, terlihat sekelompok anak muda melakukan perkelahian menggunakan batu, katapel, panah wayer dan benda lainnya,” ujar AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H.

Setelah dilakukan penyelidikan, aparat kepolisian berhasil mengamankan 17 orang terduga pelaku, yang terdiri dari 7 orang dari kelompok Sari Kelapa dan 10 orang dari kelompok Empang.

Kapolres mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku masih berusia muda, bahkan ada yang masih di bawah umur.

  • “Rata-rata usia mereka masih sangat muda, ada yang berumur 14 dan 15 tahun, namun ada juga yang sudah dewasa sekitar 23 tahun.

Mayoritas yang diamankan masih anak-anak di bawah umur,” jelasnya.

Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan dalam tawuran, di antaranya lembaran seng, selimut yang digulung, serta panah wayer yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

Kapolres juga menjelaskan bahwa anggota kepolisian sebenarnya telah melakukan pemantauan sejak malam hari. Namun saat terjadi pergantian penjagaan, para pelaku memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan aksi tawuran.

  • “Kami sudah melakukan pengamanan dari malam hingga pagi.

Namun saat pergantian anggota, mereka memonitor pergerakan sehingga terjadi sedikit keterlambatan dalam penanganan,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, pihak kepolisian berencana mendirikan pos pengamanan di lokasi yang kerap menjadi titik berkumpulnya para remaja dari kedua wilayah tersebut.

Kapolres menegaskan bahwa konflik tersebut dipicu oleh persoalan sepele, yakni saling ejek dan ketersinggungan melalui media sosial.

  • “Permasalahan ini sebenarnya hanya masalah kecil, yaitu saling ejek di media sosial yang kemudian memicu mereka saling mengundang teman-temannya hingga terjadilah tawuran,” ungkapnya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pihak kepolisian juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para orang tua guna memberikan pembinaan kepada para remaja.

  • “Tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Kita harus melibatkan semua pihak, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, agar anak-anak ini bisa mendapatkan pembinaan dan tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Kapolres.

Kapolres juga mengimbau masyarakat Kota Bitung agar tidak khawatir, karena pihak kepolisian akan terus meningkatkan pengamanan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

  • “Kami dari Polres Bitung menjamin keamanan Kota Bitung. Kami akan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk menjaga kota ini tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi kenakalan remaja atau potensi konflik di lingkungan masing-masing.

Harto

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *