Karawang,pikiranrakyatnusantara.com-Niat baik Polres Metro Bekasi untuk mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan Halal Bihalal bersama organisasi masyarakat (ormas) dan LSM se-Kabupaten Bekasi justru menuai reaksi beragam dari warganet. Unggahan kegiatan tersebut di media sosial oleh akun Gue Cikarang mendadak viral dan menjadi sasaran kritik pedas.
Acara yang digelar pada Selasa (31/3/2026) sore di sebuah rumah makan di kawasan Cibatu, Cikarang Selatan itu sejatinya bertujuan positif. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, dan dihadiri sekitar 85 perwakilan ormas besar, di antaranya Pemuda Pancasila, Garda Bekasi, GMBI, Gibas, hingga Maluku Satu Rasa.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Sumarni menekankan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah pasca Hari Raya Idul Fitri serta mengajak seluruh elemen ormas untuk bersinergi dalam mendukung program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Acara ditutup dengan makan bersama dan pembagian 100 paket sembako berupa beras.
Namun, suasana hangat di lokasi acara berbanding terbalik dengan reaksi publik di dunia maya. Dalam kurun waktu sembilan jam sejak diunggah, postingan tersebut telah meraih ratusan tanda suka dan dibanjiri puluhan komentar, yang sebagian besar bernada kritik.
Sejumlah netizen mempertanyakan urgensi kegiatan tersebut. Mereka menilai, aparat seharusnya lebih memprioritaskan aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat kecil, seperti santunan untuk anak yatim atau perbaikan infrastruktur yang rusak.
Beberapa komentar yang mencuri perhatian di antaranya:
Akun Muman-Maman menulis, “Kalau anak-anak yatim-piatu lebih cocok diajak makan bersama dan doanya insyaallah manjur.”
Sementara akun Rumput SS berkomentar, “Lumayan ayam dari Cikarang Selatan dalam freezer akhirnya habis dimakan juga, Alhamdulillah gak mubazir tuh.”
Sedangkan akun Bogell menyoroti kondisi infrastruktur dengan menulis, “Tau ah… Jalanan amburadul aja pada jedog (diam) bae..”
Di sisi lain, sejumlah tokoh ormas tetap memberikan apresiasi terhadap langkah Polres Metro Bekasi. Ketua WBI H. Apud dan Ketua Garda Bekasi Samsudin, misalnya, menilai kepolisian telah berhasil menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama momentum Lebaran.
Fenomena ini memperlihatkan adanya kesenjangan persepsi antara pihak otoritas dan masyarakat. Di satu sisi, kegiatan silaturahmi dianggap penting untuk menjaga stabilitas sosial. Namun di sisi lain, masyarakat menginginkan perhatian yang lebih konkret terhadap persoalan sehari-hari, seperti perbaikan jalan dan bantuan bagi warga kurang mampu.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan di akun Gue Cikarang masih terus memicu perdebatan. Publik pun menanti arah ke depan hubungan antara aparat kepolisian dan ormas, apakah mampu menjawab ekspektasi masyarakat luas atau justru kembali menuai polemik serupa.
(Abah Rudi)


















