Bitung — Pikiranrakyatnusantara com Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bitung dari Daerah Pemilihan (Dapil) Satu, Kecamatan Maesa, Syam Panai, sukses menggelar reses masa persidangan pertama tahun kedua Tahun Sidang 2025–2026. Kegiatan yang digelar di Warkop TKB, salah satu pusat keramaian di jantung Kota Bitung, menarik perhatian beragam kalangan masyarakat.
Pemilihan lokasi yang berada di titik strategis tersebut dinilai mampu menjangkau lebih banyak konstituen. Warkop TKB dikenal sebagai tempat berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pedagang kaki lima hingga pejabat pemerintahan.
“Tujuan saya agar apa yang kita sampaikan dalam reses ini bisa ditangkap oleh yang hadir, sehingga dapat diteruskan kepada warga lainnya,” ujar Syam Panai.
Soroti Program BPJS Gratis
Dalam diskusi, salah satu tema utama yang mendapat perhatian adalah program BPJS Kesehatan gratis dari pemerintah. Syam Panai menegaskan pentingnya masyarakat untuk segera memanfaatkan program ini dengan mengurus persyaratan sejak dini.
“Jangan nanti sudah sakit baru kebingungan mengurus berkas,” tegasnya.
Adapun syarat yang dibutuhkan untuk mendapatkan BPJS gratis cukup sederhana. Warga cukup membawa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke instansi terkait. Data kepesertaan akan ter-input secara otomatis. Ia juga mengimbau warga yang ingin membuat BPJS baru untuk tetap membawa KTP guna mengantisipasi kendala teknis seperti penolakan kartu lama.
Masalah Bansos: Minim Pemahaman Aplikasi Data
Selain isu kesehatan, persoalan Bantuan Sosial (Bansos) juga mengemuka. Pihak kelurahan mengungkapkan bahwa masih banyak warga penerima bantuan yang mengalami kendala akibat minimnya pemahaman penggunaan aplikasi data, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan input.
Merespons hal tersebut, Syam Panai menegaskan bahwa Dinas Sosial (Dinsos) telah menyiapkan pendamping untuk membantu warga menghadapi kendala teknis di lapangan.
Bagi warga yang mengalami masalah data atau tidak lagi menerima bantuan, ia meminta agar segera menghubungi kelurahan. Lurah nantinya akan menjadi koordinator untuk berkomunikasi dengan Dinsos guna memastikan status bantuan yang bermasalah.
Dengan pendampingan tersebut, diharapkan akurasi data penerima bantuan dapat ditingkatkan dan kesalahan input dapat diminimalisir.
Ajak Warga Terbuka Menyampaikan Kendala
Di akhir kegiatan, Syam Panai menyampaikan harapannya agar reses ini menjadi ruang diskusi produktif antara masyarakat dan wakil rakyat.
“Saya ingin agar kegiatan ini menjadi wadah berdiskusi sehingga masyarakat bisa tahu apa kendala-kendala yang ada di lapangan,” jelasnya.
Kegiatan reses kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu warga, Wahyudin. (Harto.U)


















