banner 728x250
Berita  

“Hujan Ekstrem Picu Longsor Beruntun, BPBD Sampang Berjibaku di Tiga Kecamatan”

“Hujan Ekstrem Picu Longsor Beruntun, BPBD Sampang Berjibaku di Tiga Kecamatan”

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Sampang|pikiranrakyatnusantara.com – Cuaca ekstrem kembali menunjukkan dampaknya di Kabupaten Sampang. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur tanpa jeda wilayah Madura bagian selatan dan barat memicu longsor beruntun di tiga kecamatan hanya dalam waktu dua hari. Tebing jalan runtuh, akses vital desa lumpuh total, dan satu unit rumah warga ambruk akibat terjangan aliran air yang tak lagi terbendung. Jum’at 16-1-2026.

banner 325x300

Pada Rabu (14/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang mengonfirmasi longsor parah di Dusun Baduwak, Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang. Tebing jalan sepanjang sekitar 15 meter dengan ketinggian hampir 3 meter ambrol setelah terus-menerus digerus aliran anak Sungai Kali Kamoning. Runtuhan tanah tersebut memutus jalan poros desa secara total, membuat mobilitas warga terhenti dan aktivitas ekonomi lumpuh seketika.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, ST, MT, menegaskan bahwa peristiwa ini bukan kejadian sporadis, melainkan akumulasi dari hujan ekstrem yang berlangsung berhari-hari.

“Intensitas hujan yang tinggi menggerus struktur tanah secara perlahan namun pasti. Ketika daya dukung tanah hilang, longsor tidak terelakkan. Saat ini akses jalan terputus total dan potensi longsor susulan masih sangat tinggi,” tegas Fajar.

Belum usai penanganan di Karang Penang, bencana serupa kembali menghantam pada Kamis (15/1/2026). Di Dusun Tiarah, Desa Terosan, Kecamatan Banyuates, tebing jalan sepanjang kurang lebih 20 meter dengan ketinggian sekitar 4 meter runtuh, mematikan jalur transportasi utama warga dan memperpanjang daftar wilayah terdampak longsor.

Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di Dusun Sumber Bakti, Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang. Satu unit rumah warga roboh setelah fondasinya terkikis aliran deras dari Daerah Irigasi (DI) Dam Ketapang Barat. Bagian kamar dan dapur ambruk, memaksa penghuni meninggalkan rumahnya dalam kondisi darurat dan tanpa kepastian tempat tinggal sementara.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sampang, Aang Djunaidi, ST, MT, menyampaikan bahwa BPBD tengah melakukan pendataan teknis menyeluruh sebagai landasan penanganan lanjutan.

“Pendataan ini krusial untuk menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi, baik jangka pendek maupun permanen. Semua akan kami laporkan sebagai dasar pengambilan keputusan,” jelas Aang.

Ia menegaskan bahwa BPBD berperan sebagai komando koordinasi lintas sektor dalam situasi kebencanaan.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. BPBD mengoordinasikan TNI-Polri, OPD teknis, pemerintah kecamatan dan desa, hingga relawan dan masyarakat agar respons dilakukan cepat, terpadu, dan tidak tumpang tindih,” tegasnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, rangkaian longsor ini meninggalkan kerusakan serius pada infrastruktur dasar dan hunian warga. Tim gabungan masih bersiaga penuh di seluruh titik terdampak, menyusul kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil dan masih berpotensi memicu longsor susulan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda bahaya.

“Selama hujan ekstrem masih berlangsung, ancaman longsor tetap nyata. Masyarakat diminta tidak memaksakan melintasi jalur rawan dan segera melapor jika menemukan retakan tanah, pergerakan tebing, atau aliran air yang tidak wajar,” pungkas Fajar.

Sebagai langkah respons cepat, BPBD Kabupaten Sampang membuka layanan Emergency Call 0817-0322-4440 guna menerima laporan kedaruratan dan mempercepat tindakan di lapangan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *