Karawang,pikiranrakyatnusantara.Com-Dinas Pertanian Kabupaten Karawang menyambut positif kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Kecamatan Cilebar dalam rangka panen raya padi, Rabu (7/1/2026). Kunjungan tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi Karawang sebagai daerah lumbung padi nasional.
Kepala Dinas Pertanian Karawang, H. Rohman, mengatakan bahwa persiapan kunjungan Presiden dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Meski demikian, pihaknya bersyukur Karawang akhirnya dipilih sebagai lokasi kegiatan nasional tersebut.
“Waktunya memang hanya sekitar empat hari. Awalnya kami mendapat informasi kegiatan akan dilaksanakan di wilayah lain. Namun pada Sabtu kami ditelepon dan diberitahu bahwa Karawang ditetapkan sebagai lokasi pengumuman Indonesia sebagai negara swasembada pangan,” ujar Rohman.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo secara langsung mengumumkan capaian Indonesia menuju swasembada pangan, sekaligus melaksanakan panen raya di Desa Cilebar. Rohman menilai peristiwa itu menjadi catatan sejarah penting bagi Karawang.
“Ini menjadi keberkahan bagi masyarakat Karawang. Secara historis, Karawang memang dikenal sebagai lumbung padi nasional dan lumbung padi Jawa Barat. Hari ini ditegaskan langsung oleh Presiden di Karawang,” katanya.
Rohman berharap momentum ini dapat mendorong kesejahteraan petani ke depan. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah harus sejalan dengan kemajuan petaninya.
“Sesuai slogan Karawang Maju, petani juga harus maju dan sejahtera. Alhamdulillah, kebijakan Presiden Prabowo sangat berpihak kepada petani, seperti penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram serta penurunan harga pupuk hingga 20 persen,” jelasnya.
Dengan kebijakan tersebut, Rohman optimistis petani akan lebih mudah memperoleh pupuk dan menikmati hasil panen dengan harga yang lebih baik.
Pada panen raya di Cilebar, sekitar 600 hektare sawah dalam satu hamparan dipanen secara serentak. Hasil panen tersebut langsung diserap oleh Bulog dengan harga sekitar Rp7.000 per kilogram.
“Rata-rata produktivitas padi di wilayah ini berkisar antara 6 hingga 8 ton per hektare,” pungkas Rohman.
(Abah Rudi)
















