banner 728x250
Berita  

“Klaim Handtraktor Hilang Sudah Ditemukan Dinilai Janggal, Tim GPN Minta Pelaku Dibuka ke Publik!!”

“Tragedi Persalinan Mengerikan di Bangkalan: Kepala Bayi Tertinggal di Rahim, Hukum Justru Mandek”

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

SAMPANG (pikiranrakyatnusantara.com – Kasus hilangnya handtraktor milik Dinas Pertanian Kabupaten Sampang yang disebut-sebut telah “ditemukan” justru memunculkan tanda tanya besar. Alih-alih menutup persoalan, klaim penemuan tersebut dinilai kabur, tidak transparan, dan sarat kejanggalan. Ketua Tim Generasi Peduli Negeri (GPN), Rolis Sanjaya, mendesak agar kasus ini dibuka seterang-terangnya dan diproses secara hukum tanpa kompromi.

Rolis menegaskan, GPN menolak keras jika kasus ini hanya ditutup dengan rilis sepihak tanpa kejelasan siapa pelaku sebenarnya. Menurutnya, publik berhak tahu apakah handtraktor tersebut benar-benar dicuri atau sekadar “dihilangkan” untuk kepentingan tertentu.

banner 325x300

“Kalau memang ada yang mencuri, siapa pelakunya? Kami tidak mau ada persekongkolan jahat di tubuh Dinas Pertanian Sampang,” tegas Rolis Sanjaya.

Ia menyebut, pola “hilang lalu ditemukan” tanpa penjelasan rinci justru menguatkan dugaan adanya upaya pengaburan fakta. Rolis menilai, penyampaian bahwa handtraktor sudah ditemukan tidak otomatis berarti perkara selesai.

“Kami tidak mau hanya modal rilis ‘sudah ditemukan’ lalu perkara dianggap selesai. Ini tidak bisa dibiarkan,” katanya dengan nada keras.

Lebih lanjut, Rolis menuntut Dinas Pertanian Sampang bersikap jujur dan terbuka kepada publik. Ia meminta kronologi kejadian dijelaskan secara detail, mulai dari bagaimana handtraktor itu bisa hilang, ditemukan di mana, hingga siapa pihak yang bertanggung jawab.

“Dinas Pertanian harus terang, jangan abu-abu. Siapa yang mencuri handtraktor itu? Segera proses hukum,” desaknya.

Menurut Rolis, tanpa proses hukum yang jelas, kasus ini hanya akan menjadi preseden buruk dan membuka ruang pembiaran terhadap dugaan penyalahgunaan aset negara.

“Sudah ditemukan di mana, hilangnya bagaimana, dan siapa pelakunya. Tolong diproses secara hukum, jangan ada yang ditutup-tutupi,” lanjutnya.

Ironisnya, upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang hingga kini tidak membuahkan hasil. Pihak dinas memilih bungkam dan tidak memberikan respons apa pun, sikap yang justru memperbesar kecurigaan publik.

Rolis menegaskan,tim GPN tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal kasus ini sampai ada kejelasan hukum.

“Jangan sampai handtraktor ini sebenarnya tidak pernah ‘dicuri’, tapi hanya akal-akalan. Kalau negara dirugikan, pelakunya harus bertanggung jawab,” pungkasnya.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik, dan tekanan terhadap Dinas Pertanian Sampang semakin menguat agar tidak berlindung di balik rilis singkat, melainkan membuka fakta secara utuh dan mempertanggungjawabkannya di hadapan hukum.(Tim)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *