banner 728x250

Upacara Adat Tulude di Bitung Perkuat Persatuan, Panglima BNUI Beri Apresiasi

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

 

Bitung, Sulawesi Utara – Jumat, 30 Januari 2026
Panglima Brigade Nusa Utara Indonesia (BNUI) Kota Bitung, Mario Mamuntu, S.AB, mengapresiasi pelaksanaan Upacara Adat Tulude yang digelar oleh masyarakat Kota Bitung, Jumat (30/1/2026).

banner 325x300

Kegiatan adat tahunan ini berlangsung khidmat dan meriah, serta menjadi simbol kuat persatuan dalam keberagaman masyarakat Bitung.

Rangkaian kegiatan diawali dengan parade jalan kaki dari Taman Patung Dotulong menuju Lapangan Kantor Wali Kota Bitung. Parade adat tersebut diikuti ratusan peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat adat, agama, suku, dan budaya.

Sepanjang rute, kegiatan mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan TNI–Polri menggunakan kendaraan patroli, sehingga acara berjalan tertib dan lancar.

Upacara Adat Tulude dihadiri langsung oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE, didampingi Ketua TP PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh, SE, Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, S.Sos, serta Sekretaris TP PKK Kota Bitung Ny. Jacinta Marybell Maringka Gumolung. Turut hadir unsur Forkopimda Kota Bitung serta para tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Dalam prosesi adat tersebut, Wali Kota Bitung Hengky Honandar dianugerahi gelar adat “Bataha Ikamanggi Torehe Tulung Banua”, yang bermakna pemimpin yang arif dan bijaksana dalam menjaga serta memelihara negeri. Pemberian gelar ini merupakan bentuk penghormatan masyarakat adat atas kepemimpinan dan komitmen Wali Kota dalam membangun Kota Bitung yang rukun, damai, dan berbudaya.

Panglima BNUI Kota Bitung Mario Mamuntu, S.AB, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Upacara Adat Tulude. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar tradisi budaya, melainkan juga sarana strategis untuk mempererat persatuan dan kebersamaan di tengah kemajemukan masyarakat Kota Bitung.

Sementara itu, Panglima Brigade Nusa Utara Indonesia Richard Mamuntu mengungkapkan bahwa pelaksanaan Tulude tahun ini melibatkan 20 gabungan organisasi masyarakat adat, agama, suku, dan budaya se-Kota Bitung. Hal tersebut mencerminkan kuatnya semangat toleransi, persaudaraan, serta komitmen bersama dalam melestarikan budaya lokal.

Upacara Adat Tulude diharapkan terus menjadi agenda budaya tahunan yang memperkokoh identitas daerah, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan Kota Bitung.

(Harto)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *