BITUNG, 23 Juli 2026 — Ketua Umum Persatuan Organisasi Lintas Adat Agama dan Budaya (POLA) Kota Bitung, Puboksa Hutahaean, mendorong penguatan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan di Ruang Sarundajang pada Kamis (23/7/2026).
Puboksa Hutahaean menilai berbagai isu yang beredar seputar Perumda Pasar perlu disikapi secara bijaksana dan konstruktif. Ia menyatakan bahwa langkah-langkah perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah saat ini layak mendapatkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Perumda Pasar memegang peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Kota Bitung. Oleh karena itu, setiap kebijakan pembenahan harus diberi ruang dan kesempatan untuk menghasilkan dampak positif yang optimal.
Dalam kesempatan yang sama, Puboksa juga menyentil persoalan yang berkaitan dengan PT Futai. Ia menyatakan kesiapannya memberikan keterangan serta masukan apabila dibutuhkan, mengingat ia sering melakukan pemantauan langsung ke kawasan perusahaan tersebut.
Ia menekankan agar seluruh persoalan yang muncul disampaikan melalui mekanisme resmi dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini penting agar dapat ditindaklanjuti dengan tepat oleh pihak berwenang.
Puboksa mengingatkan kepada seluruh instansi yang memiliki kewenangan pengawasan investasi dan kegiatan industri untuk meningkatkan pengawasan terhadap operasional PT Futai. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah potensi dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan.
Meski menyampaikan sejumlah dugaan dan kekhawatiran, Puboksa berharap seluruh penanganan dilakukan secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta berdasarkan hasil pengawasan resmi dari instansi terkait.
Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap perusahaan harus dilakukan secara objektif, profesional, dan berkelanjutan. Di sisi lain, Puboksa berharap para investor di Kota Bitung senantiasa mengutamakan tanggung jawab sosial, kelestarian lingkungan, serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.
Menutup keterangannya, Ketua Umum POLA Kota Bitung mengajak pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk terus menjalin komunikasi konstruktif. Sinergi dan pengawasan yang baik, menurutnya, menjadi kunci utama dalam menjaga iklim investasi yang sehat sekaligus melindungi kepentingan masyarakat dan lingkungan hidup.
Harto


















