Minahasa Utara, Sulawesi Utara | Jumat, 6 Februari 2026 TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII menerjunkan sejumlah unsur kapal dari Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII untuk melaksanakan evakuasi penumpang korban kecelakaan kapal motor penumpang KM Alisa di perairan Pulau Talise, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Komandan unsur TNI AL di lokasi kejadian, Kolonel Laut (P) Bambang N., PJs Aster Dankodaeral VIII, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Saat kejadian, gelombang laut mencapai ketinggian sekitar 0,5 hingga 1 meter, disertai angin kencang yang menghantam lambung kiri kapal.
“Gelombang menghantam lambung kiri kapal sebanyak tiga kali berturut-turut, sehingga kanopi kapal tidak mampu menahan benturan dan patah. Akibatnya, sejumlah penumpang terlempar ke laut,” ujar Kolonel Bambang.
Melihat kondisi tersebut, personel TNI AL yang berada di lokasi segera melakukan tindakan penyelamatan.
Beberapa prajurit, termasuk Kolonel Laut (P) Bambang N., turun langsung ke laut untuk membantu warga yang jatuh dan terseret arus. Tantangan besar dihadapi tim evakuasi akibat gelombang dan angin yang cukup kuat.
“Gelombang saat itu cukup tinggi, sekitar satu meter. Saya sendiri merasakan langsung kondisi di dalam laut. Beberapa puing kayu dan barang hanyut dimanfaatkan sebagai alat bantu sementara untuk menopang korban,” tambahnya.
Untuk mempercepat proses evakuasi, unsur TNI AL mengerahkan KRI Selar-879 yang dikomandani Mayor Laut (P) Dian Haris Susilo, S.S.T.Han., serta KAL Patola VIII-27 dari Satrol Kodaeral VIII.
Mayor Laut (P) Dian Haris Susilo menjelaskan bahwa pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 18.00 WITA, dirinya menerima perintah dari atasan melalui Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr. Opsla, yang diteruskan kepada Komandan Satrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr. Hanla., CRMP, untuk segera melaksanakan persiapan pelayaran dan operasi Search and Rescue (SAR).
“Setelah menerima perintah, kami langsung melaksanakan apel konsolidasi seluruh personel dan menyiapkan unsur kapal untuk bergerak menuju lokasi kejadian,” jelasnya.
Hingga Jumat pagi, tim gabungan TNI AL berhasil mengevakuasi sekitar 14 orang ke atas KRI Selar-879. Dari jumlah tersebut, empat orang merupakan warga sipil, salah satunya mengalami luka di bagian kepala dan segera dievakuasi ke fasilitas medis terdekat di Manado atau Bitung untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Sementara itu, 10 personel lainnya merupakan anggota TNI AL Kodaeral VIII yang sebelumnya melaksanakan tugas di perairan Pulau Talise. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban meninggal dunia akibat insiden tersebut.
TNI Angkatan Laut memastikan akan terus melaksanakan pemantauan dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian serta memberikan bantuan maksimal demi keselamatan masyarakat maritim.
Harto


















