Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com– Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu menerima kunjungan kerja Komisi D DPRD Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Rabu (6/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk berdiskusi dan bertukar informasi terkait persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026.
Rombongan Komisi D DPRD Kabupaten Tulungagung diterima langsung oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda, didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu, Dudi Barmana. Pertemuan tersebut membahas berbagai strategi dan kesiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar dapat menghasilkan data yang akurat dan berkualitas.
Kepala Diskominfo Indramayu, Suwenda, menyampaikan bahwa data statistik memiliki peran strategis sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan, baik pada tahap perencanaan maupun pelaksanaan program.
Menurutnya, melalui data yang akurat, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi daerah, mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, serta merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Sensus Ekonomi merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali sebagai bagian dari rangkaian sensus nasional, selain Sensus Pertanian dan Sensus Penduduk. Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama BPS telah menjalin kerja sama untuk mendukung suksesnya Sensus Ekonomi 2026 yang sebelumnya juga telah dilaunching oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim,” ujar Suwenda.
Ia berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan data yang benar-benar akurat dan mampu menjadi pijakan pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kami berharap data yang dihasilkan benar-benar akurat, sehingga dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Dudi Barmana, menjelaskan bahwa sosialisasi mengenai Sensus Ekonomi 2026 telah dilakukan secara masif sejak 2025. Sosialisasi tersebut dilakukan melalui berbagai media publik, termasuk baliho dan videotron, dengan dukungan dari Diskominfo Kabupaten Indramayu.
Selain sosialisasi, koordinasi lintas perangkat daerah juga terus dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan sensus dapat berjalan dengan baik.
“Selain Sensus Ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, kami juga melakukan pendataan secara rutin melalui survei tahunan untuk memperkaya data yang ada, sehingga dapat menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara lebih komprehensif,” ungkap Dudi.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Tulungagung, Ali Masrup, menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kinerja pimpinan dan anggota DPRD.
“Kami berharap hasil dari kunjungan ini dapat menjadi referensi dalam memastikan pelaksanaan sensus di daerah kami berjalan dengan baik dan menghasilkan data yang akurat,” tutur Ali.
Dalam sesi diskusi, rombongan juga membahas berbagai dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat serta strategi penguatan data dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Di Kabupaten Indramayu, BPS akan memperkuat basis data melalui pendataan langsung terhadap ratusan ribu pelaku usaha. Selain itu, berbagai sumber data pendukung juga akan dimanfaatkan untuk memastikan informasi yang dihimpun memiliki tingkat akurasi dan validitas yang baik.
Melalui kunjungan kerja tersebut, diharapkan terjalin pertukaran informasi dan pengalaman antardaerah yang semakin kuat. Sinergi antara pemerintah daerah, BPS, DPRD, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Dengan tersedianya data ekonomi yang berkualitas, pemerintah diharapkan dapat menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Casinih)


















