banner 728x250
Berita  

Harganas ke-33 di Indramayu, “Ayah Wajib Hadir” Jadi Penguat Fondasi Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikuranrakyatnusantara.com-Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi unggul di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Tahun ini, Harganas mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, yang menekankan pentingnya kehadiran ayah dalam keluarga, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Ayah diharapkan tidak sekadar berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir mendampingi anak, memberikan rasa aman, menjadi teladan, serta terlibat aktif dalam proses tumbuh kembang anak.

banner 325x300

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Suwenda, saat membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam Upacara Peringatan ke-33 Harganas di lingkungan Diskominfo Indramayu, Senin (29/6/2026).

Suwenda menegaskan, keluarga merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan pada era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) yang ditandai dengan perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, serta perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Menurutnya, Indonesia saat ini tengah memasuki masa bonus demografi yang menjadi peluang strategis bagi kemajuan bangsa. Namun, peluang tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari lingkungan keluarga.

“Penguatan kesehatan, pendidikan karakter, ketahanan mental, pencegahan stunting, serta pola pengasuhan yang berkualitas merupakan investasi penting untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Suwenda.

Ia menjelaskan, Kemendukbangga/BKKBN menyampaikan sejumlah pesan utama dalam peringatan Harganas 2026. Pertama, keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar dicintai, didengar, dan dihargai.

Kedua, pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan oleh ayah dan ibu sebagai satu tim. Ketiga, keterlibatan ayah memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, perkembangan sosial dan emosional anak, kesehatan mental, hingga capaian pendidikan.

“Terakhir, keterlibatan ayah berperan penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, perkembangan sosial-emosional anak, kesehatan mental, hingga capaian pendidikan,” katanya.

Selain itu, para orang tua juga diimbau untuk bijak dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak. Kemajuan teknologi diharapkan dapat dimanfaatkan secara produktif sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri, tanpa mengurangi kualitas interaksi serta kedekatan antaranggota keluarga.

“Perkembangan teknologi diharapkan dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa mengurangi kualitas interaksi dan kedekatan antaranggota keluarga,” tambahnya.

Harganas diperingati setiap tanggal 29 Juni. Peringatan tersebut juga berkaitan dengan peristiwa bersejarah Yogya Kembali pada 29 Juni 1949, ketika para pejuang Indonesia dapat kembali berkumpul bersama keluarga setelah perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda.

Melalui peringatan Harganas Tahun 2026, pemerintah berharap keluarga Indonesia semakin menyadari bahwa keluarga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter, kesehatan, pendidikan, serta masa depan anak.

Dengan penguatan peran keluarga, khususnya kehadiran ayah dan ibu dalam pengasuhan, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berkualitas sebagai modal penting menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

(Casinih)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *