banner 728x250
Berita  

Wamen Pangan Kunjungi Indramayu, Perkuat Ketahanan Pangan hingga Tingkat Desa

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan dengan memastikan ketersediaan bahan pangan sekaligus menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penyaluran Bantuan Pangan Beras kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan pangan beras berlangsung di Balai Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kamis (18/8/2026), menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Wakil Menteri Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, ke Kabupaten Indramayu.

banner 325x300

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Pangan juga meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener.

Kedua agenda tersebut memiliki keterkaitan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat desa agar semakin berdaya secara ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pemerintah terus memantau kondisi harga dan inflasi, khususnya komoditas kebutuhan pokok yang secara langsung berdampak terhadap masyarakat.

“Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Tugas kita adalah menstabilkan harga pangan melalui berbagai kebijakan,” ujarnya.

Menurut Hanif, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pangan dan kebutuhan masyarakat. Namun, di sisi lain, petani sebagai produsen pangan juga harus mendapatkan harga yang layak atas hasil produksinya.

Dengan keseimbangan tersebut, kebijakan pangan diharapkan tidak hanya mampu memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan kepastian kesejahteraan bagi petani.

Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu, Aan Hendrajana, menyampaikan apresiasi atas kunjungan pemerintah pusat ke Kabupaten Indramayu.

Aan berharap kunjungan tersebut dapat semakin memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan serta stabilitas pangan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wakil Menteri Pangan ke Indramayu. Kami berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan,” katanya.

Berkaitan dengan penyaluran Bantuan Pangan Beras, Pimpinan Cabang Perum BULOG Indramayu, Apip Wijaya, menjelaskan bahwa program bantuan pangan periode Juli, Agustus, dan September 2026 menyasar sekitar 317.133 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di 317 desa dan 31 kecamatan se-Kabupaten Indramayu.

“Sejak tanggal 14 Agustus 2026, program tersebut telah diluncurkan oleh Bupati Indramayu di Desa Terusan. Selanjutnya, untuk penyaluran di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, dengan jumlah PBP ini sebanyak 11.296 penerima,” jelasnya.

Apip menambahkan, khusus Desa Lobener Lor, jumlah penerima bantuan pangan tercatat sebanyak 584 PBP.

Setiap penerima mendapatkan alokasi 10 kilogram beras setiap bulan. Dengan demikian, selama periode tiga bulan, masing-masing penerima memperoleh total 30 kilogram beras.

“Selain memastikan penyaluran bantuan, Bulog juga terus menjaga ketersediaan beras, mendorong kebutuhan beras tetap aman,” tuturnya.

Selain penyaluran bantuan pangan, kunjungan Wamen Pangan ke KDKMP Desa Rambatan Kulon menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Keberadaan koperasi desa diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem pangan dari tingkat desa. Koperasi juga dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Bagi Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional, ketahanan pangan bukan hanya mengenai ketersediaan beras. Lebih luas, ketahanan pangan juga berkaitan dengan kesejahteraan petani, keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat, serta penguatan ekonomi desa.

Melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, koperasi, petani, dan masyarakat, upaya menjaga ketahanan pangan diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan dari tingkat pusat hingga desa.

Dengan demikian, pangan tidak hanya tersedia dalam jumlah yang cukup, tetapi juga terjangkau bagi masyarakat dan mampu memberikan kesejahteraan bagi para petani sebagai produsen utama pangan.

(Casinih)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *