banner 728x250

Panen Perdana PM-AAS di Terisi Tembus 11 Ton per Hektare, Dandim Dorong Percepatan Pertanian Modern

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Panen Perdana Masa Tanam II Musim Gadu pada lahan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Plosokerep, Blok Suketbaju, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, berlangsung pada Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern.

Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., turut menghadiri kegiatan yang diselenggarakan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Jawa Barat tersebut. Hadir pula Bupati Indramayu Lucky Hakim, jajaran Kementerian Pertanian RI, BBPMP Jawa Barat, Forkopimcam Terisi, penyuluh pertanian, serta para kelompok tani.

banner 325x300

Suasana panen semakin semarak ketika Dandim bersama unsur Forkopimda turut melakukan panen perdana menggunakan Combine Harvester, sebagai salah satu bentuk penerapan mekanisasi dalam sistem pertanian modern.

Berdasarkan hasil ubinan Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas lahan PM-AAS tersebut mencapai lebih dari 11 ton gabah per hektare. Capaian ini menunjukkan potensi besar penerapan teknologi dan modernisasi pertanian dalam meningkatkan hasil produksi.

Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo mengatakan, capaian produktivitas tersebut merupakan bukti nyata bahwa penerapan teknologi pertanian modern yang didukung sinergi berbagai pihak mampu memberikan hasil positif bagi sektor pertanian.

“Kodim 0616/Indramayu siap terus mendukung dan mendampingi program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Pemanfaatan teknologi pertanian modern harus terus kita dorong agar produktivitas meningkat, petani semakin sejahtera dan swasembada pangan nasional dapat terwujud,” ujar Letkol Arm Tulus Widodo.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, TNI, penyuluh pertanian dan kelompok tani menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong petani agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Panen perdana PM-AAS di Desa Plosokerep tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi contoh yang dapat dikembangkan di wilayah pertanian lainnya. Perluasan penerapan sistem pertanian modern dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta kesejahteraan petani.

Dengan capaian produktivitas lebih dari 11 ton gabah per hektare, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat optimisme bahwa Kabupaten Indramayu mampu mempertahankan perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan dan lumbung padi nasional.

banner 325x300
Penulis: Udin.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *