banner 728x250
Berita  

Misteri Sawah Bergemuruh di Gunung Eleh, BPBD Sampang Gandeng ESDM Lakukan Pemeriksaan

Misteri Sawah Bergemuruh di Gunung Eleh, BPBD Sampang Gandeng ESDM Lakukan Pemeriksaan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

SAMPANG – Lahan persawahan di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, mendadak menjadi perhatian setelah warga mendengar suara gemuruh dari bawah permukaan tanah, Kamis (27/8/2026).

Fenomena tersebut membuat warga penasaran sekaligus waspada. Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan turun langsung ke lokasi sekitar pukul 13.02 WIB untuk melakukan pengecekan dan pendampingan.

banner 325x300

Tim yang terlibat di antaranya ESDM Provinsi Jawa Timur, Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sampang, BPBD Sampang, Kecamatan Kedungdung, serta Pemerintah Desa Gunung Eleh.

Pemeriksaan difokuskan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan tanah. Tim ESDM melakukan pengukuran menggunakan alat geolistrik guna mencari indikasi yang kemungkinan berkaitan dengan munculnya suara gemuruh tersebut.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan pihaknya bersama sejumlah instansi terkait turun untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya potensi yang dapat membahayakan masyarakat.

“Kami tidak ingin berspekulasi sebelum ada hasil pemeriksaan teknis. Yang terpenting saat ini adalah memastikan kondisi di lokasi aman dan mencari tahu secara ilmiah apa yang menyebabkan munculnya bunyi gemuruh tersebut,” ujar Hozin.

Menurut Hozin, BPBD masih melakukan pemantauan bersama instansi teknis. Hasil kajian ESDM nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Sementara itu, Tim ESDM Provinsi Jawa Timur masih melakukan pengukuran geolistrik untuk membaca kondisi lapisan bawah tanah di sekitar titik yang dilaporkan mengeluarkan suara.

Gabriel dari Tim ESDM mengatakan, saat pemeriksaan berlangsung, suara gemuruh tersebut sudah tidak kembali terdengar. Namun, pihaknya belum dapat memastikan penyebab fenomena tersebut sebelum seluruh proses analisis selesai.

“Setelah kami melakukan pengecekan dari pagi sampai saat ini, suara tersebut tidak ada. Kemungkinan di kemudian hari bisa berbunyi lagi. Kami masih melakukan pengukuran geolistrik di lokasi, apakah indikasinya berkaitan dengan air atau gas. Mohon waktu untuk hasil analisis kami,” ungkap Gabriel di lokasi.

Ia menjelaskan, berdasarkan kondisi saat pemeriksaan, masyarakat tidak perlu panik. Namun, aktivitas yang dapat mengubah kondisi tanah di sekitar lokasi sebaiknya dihindari sampai hasil kajian teknis keluar.

“Kalau tidak ada perubahan di lokasi, insyaallah aman-aman saja karena tidak mengeluarkan semburan apa pun,” jelasnya.

Gabriel juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pengeboran maupun penggalian di sekitar titik tersebut sebelum hasil analisis diketahui.

“Masyarakat jangan melakukan pengeboran atau penggalian sebelum hasil analisis kami keluar. Kami ingin mengetahui terlebih dahulu bunyi itu berasal dari mana. Kami usahakan secepatnya, dalam waktu sekitar dua minggu hasilnya akan keluar,” pungkasnya.

Hingga kini, penyebab pasti suara gemuruh dari lahan persawahan tersebut belum dapat disimpulkan. Tim ESDM masih memproses hasil pengukuran geolistrik untuk memastikan kondisi geologi bawah permukaan.

Fenomena ini pun menjadi perhatian lintas instansi. Jawaban ilmiah dari hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat mengurai misteri yang membuat warga bertanya-tanya: apakah suara gemuruh tersebut berasal dari pergerakan air, gas, atau kondisi geologi tertentu di bawah lahan persawahan?

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *