banner 728x250

Bukan Sekadar Bawa Pasien, Pengemudi Ambulans Ungkap Persoalan Ini di Hadapan Kapolres Indramayu

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Di balik suara sirene yang membelah jalan saat membawa pasien dalam kondisi darurat, terdapat tanggung jawab besar yang harus dipikul para pengemudi ambulans. Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Jumat Curhat Polres Indramayu Polda Jawa Barat bersama Paguyuban Pengemudi Ambulans Kabupaten Indramayu.

Kegiatan yang mengusung tema “Mendengar Dengan Hati, Melayani Dengan Solusi” itu digelar di Birubhi Resto and Cafe, Karanganyar, Kabupaten Indramayu, Jumat malam (4/9/2026), dan dihadiri langsung Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si.

banner 325x300

Forum tersebut menjadi ruang terbuka bagi para pengemudi ambulans untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi ketika menjalankan tugas kemanusiaan di jalan raya.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengatakan, Jumat Curhat merupakan sarana memperkuat komunikasi sekaligus menyerap secara langsung aspirasi masyarakat, termasuk komunitas pengemudi ambulans.

“Tema Jumat Curhat kali ini adalah ‘Mendengar Dengan Hati, Melayani Dengan Solusi’. Kami ingin setiap aspirasi, saran maupun kendala yang menghampiri pengemudi ambulans dapat disampaikan secara terbuka dan dicarikan solusi bersama,” ujar AKP Tarno.

Menurutnya, pengemudi ambulans merupakan salah satu mitra strategis kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama ketika terjadi kecelakaan lalu lintas maupun kondisi darurat.

Karena itu, komunikasi dan koordinasi di lapangan dinilai sangat penting agar penanganan masyarakat dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman antarpihak.

Semangat tersebut sejalan dengan kebijakan pelayanan Polres Indramayu, yakni “Layani Masyarakat dengan Respon Cepat.”

Dalam dialog, Paguyuban Pengemudi Ambulans Kabupaten Indramayu mengungkap salah satu persoalan yang cukup krusial, yakni masih terbatasnya pengemudi yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus.

Paguyuban menyebut baru sekitar 20 persen pengemudi ambulans yang telah mengikuti pelatihan dan memahami penggunaan kode sirene serta prinsip 3 Aman, yaitu aman diri, aman pasien, dan aman lingkungan.

Para pengemudi berharap pemerintah dan kepolisian dapat memfasilitasi pendidikan, pelatihan hingga sertifikasi. Mereka juga mengusulkan adanya tanda pengenal resmi bagi pengemudi ambulans serta peningkatan pemahaman mengenai prosedur penanganan kecelakaan dan pengamanan barang berharga milik korban.

Tidak hanya itu, paguyuban juga mengusulkan pemasangan stiker Call Center Polri 110 pada kendaraan ambulans serta meminta dukungan kepolisian dalam proses legalitas organisasi.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Indramayu menyatakan akan berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Jawa Barat, khususnya fungsi keamanan dan keselamatan, terkait kemungkinan pelaksanaan pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi bagi pengemudi ambulans.

Pendataan serta kajian mengenai identitas para pengemudi juga akan dilakukan. Sebagai langkah awal, Polres Indramayu akan mengupayakan pembuatan rompi kamtibmas.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengingatkan bahwa hak utama ambulans di jalan raya tidak boleh mengesampingkan faktor keselamatan.

“Pengemudi ambulans harus tetap mengutamakan keselamatan diri, pasien, dan pengguna jalan lainnya. Dalam kondisi darurat, koordinasi dengan kepolisian juga sangat penting,” kata AKP Tarno.

Para pengemudi ambulans juga diingatkan untuk memberikan bantuan sesuai kemampuan ketika menemukan korban kecelakaan yang masih dalam kondisi kritis.

Namun, apabila korban telah meninggal dunia, posisi korban maupun kondisi tempat kejadian perkara sedapat mungkin tidak diubah hingga petugas kepolisian tiba untuk melakukan penanganan.

Sementara pembukaan jalan maupun pengawalan ambulans pada prinsipnya merupakan kewenangan kepolisian. Apabila masyarakat memberikan bantuan secara spontan, tindakan tersebut harus tetap dilakukan dengan aman dan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.

Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat turut mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara. Para pengemudi ambulans diminta segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan kecelakaan lalu lintas di perjalanan.

Menjelang akhir kegiatan, Kapolres Indramayu memberikan pesan khusus kepada para pengemudi ambulans untuk turut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Para pengemudi diminta segera melaporkan apabila menemukan tindak kejahatan di jalan raya, termasuk begal, tawuran, maupun aktivitas geng motor.

Kapolres juga meminta para pengemudi tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas penjualan atau peredaran obat keras tertentu (OKT) secara ilegal.

Menurutnya, pemberantasan peredaran OKT ilegal menjadi salah satu perhatian serius jajaran Polda Jawa Barat karena keberadaannya dinilai dapat merusak generasi muda dan berpotensi memicu berbagai gangguan kamtibmas.

“Ini menjadi perhatian Bapak Kapolda Jawa Barat. Peredaran obat keras tertentu secara ilegal harus kita cegah dan berantas bersama karena dapat merusak generasi muda serta berpotensi memicu berbagai gangguan kamtibmas,” pungkasnya.

Jumat Curhat tersebut menghasilkan sejumlah kesepahaman, di antaranya komitmen Polres Indramayu untuk menjembatani kebutuhan pelatihan, sertifikasi, identitas pengemudi, serta penguatan koordinasi dengan Paguyuban Pengemudi Ambulans Kabupaten Indramayu.

Pertemuan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Bagi para pengemudi ambulans, forum tersebut menjadi ruang penting untuk menyampaikan suara dari balik kemudi kendaraan yang setiap hari membawa misi kemanusiaan.

Bagi kepolisian, pertemuan itu menjadi momentum untuk memperkuat sinergi—sebab ketika sirene ambulans berbunyi, bukan hanya kecepatan yang dibutuhkan, tetapi juga keselamatan, koordinasi, dan kepedulian bersama.

banner 325x300
Penulis: Udin.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *