banner 728x250

Kebakaran Lahan Perhutani Dekat Tol Cipali KM 139, 1,6 Hektare Terbakar

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Kebakaran melanda lahan kehutanan milik Perum Perhutani di Blok Citayeum, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026).

Kebakaran yang terjadi di sekitar jalur Tol Cipali KM 139 tersebut menghanguskan lahan kawasan Perum Perhutani seluas kurang lebih 1,6 hektare. Kobaran api juga sempat mengancam area di sekitar jalan tol akibat tiupan angin yang cukup kencang.

banner 325x300

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 13.30 WIB oleh Pepen (32), pegawai Perum Perhutani. Saat berada di sekitar jembatan flyover KM 139, saksi melihat api membakar semak-semak dan kemudian merembet hingga mendekati tepi jalan Tol Cipali.

Kondisi angin yang cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat membesar. Kepulan asap bahkan terlihat masuk ke jalur Tol Cipali sehingga berpotensi mengganggu jarak pandang dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Melihat situasi tersebut, saksi segera menghubungi Babinsa dan petugas pengamanan jalan Tol Cipali. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian.

Sekitar pukul 13.40 WIB, Danramil 1613/Terisi Kapten Inf Asep Mulyana bersama anggota Babinsa tiba di lokasi. Petugas kemudian berkoordinasi dengan pihak Perum Perhutani dan petugas Tol Cipali untuk melakukan langkah penanganan.

Pemadaman awal dilakukan menggunakan peralatan yang tersedia di lapangan guna mencegah kobaran api semakin meluas, terutama ke arah jalur tol.

Upaya pemadaman kemudian diperkuat dengan kedatangan mobil pemadam kebakaran dari Jasamarga Kertajati sekitar pukul 14.30 WIB. Petugas gabungan terus melakukan penyemprotan dan penanganan titik-titik api hingga akhirnya kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.17 WIB.

Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian materiel lainnya juga belum ditemukan. Namun, sekitar 1,6 hektare lahan kawasan Perum Perhutani dilaporkan terbakar.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih belum diketahui.

Danramil 1613/Terisi Kapten Inf Asep Mulyana mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau ketika kondisi vegetasi cenderung kering dan angin dapat mempercepat penyebaran api.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran rumput atau sisa tanaman untuk membersihkan lahan, terlebih saat kondisi kemarau dan angin cukup kencang. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan merembet ke area lain, apalagi lokasi ini berdekatan dengan jalur Tol Cipali yang menyangkut keselamatan banyak pengguna jalan,” ujar Kapten Inf Asep Mulyana.

Ia menegaskan, penanganan kebakaran harus dilakukan secara cepat dan melibatkan berbagai pihak agar api dapat segera dikendalikan serta tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Kami bersama Babinsa, Perum Perhutani dan petugas Tol Cipali akan terus berkoordinasi dalam mengantisipasi kejadian serupa. Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif dengan tidak membakar lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila melihat titik api,” tegasnya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, turut hadir Danramil 1613/Terisi Kapten Inf Asep Mulyana, Asper Cikawung beserta empat anggota Polhut, serta dua Babinsa Koramil 1613/Terisi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pencegahan kebakaran lahan merupakan tanggung jawab bersama. Di tengah kondisi musim kemarau, kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan api sebagai cara membersihkan lahan sangat diperlukan guna mencegah kebakaran meluas, menjaga kelestarian lingkungan, serta melindungi keselamatan masyarakat dan pengguna jalan Tol Cipali.

banner 325x300
Penulis: Udin.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *