BITUNG, Pikiranrakyatnusantara.com | Wangi Karate Club (WKC) yang berbasis di Kelurahan Wangurer Barat dan Girian Indah, Kota Bitung, Sulawesi Utara, mengikutsertakan 37 karateka muda dalam Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) karate di Zidam XIII/Merdeka, Teling Bawah, Manado, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan atlet usia dini untuk meningkatkan kemampuan teknik sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter melalui olahraga.
Sebanyak 37 peserta yang tergabung dalam Dojo Prestasi WKC Bitung mengikuti ujian dengan didampingi pelatih dan orang tua. Ujian tersebut menjadi bagian dari evaluasi kemampuan yang telah diperoleh selama menjalani latihan rutin di dojo, sekaligus mengukur perkembangan teknik, kedisiplinan, dan kesiapan mental para karateka.
Dalam pelaksanaan ujian, sebanyak 12 karateka dinyatakan naik ke sabuk hijau, sedangkan 25 peserta lainnya naik ke sabuk kuning. Penentuan kenaikan tingkat dilakukan melalui proses penilaian oleh penguji dan pelatih berdasarkan kemampuan yang ditampilkan masing-masing peserta selama mengikuti ujian.
Pelatih utama WKC Bitung, Sensei Irfan Frantigo, bersama asisten pelatih Senpai Salma Suarah, mendampingi para peserta selama kegiatan berlangsung. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan para karateka mengikuti setiap tahapan ujian dengan tertib dan sesuai arahan.
Perjalanan menuju lokasi ujian dimulai pukul 08.00 WITA. Para peserta bersama orang tua dan pelatih berangkat menggunakan bus dari Wangurer Barat, Kota Bitung, menuju Manado. Rombongan tiba di Zidam XIII/Merdeka, Teling Bawah, sekitar pukul 09.10 WITA untuk mengikuti rangkaian ujian kenaikan sabuk.
Pembinaan karate yang dijalankan WKC Bitung tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik bela diri, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter generasi muda. Melalui latihan yang terarah dan berkelanjutan, para karateka dibiasakan menerapkan kedisiplinan, tanggung jawab, sportivitas, serta sikap menghormati pelatih dan sesama karateka.
Ujian kenaikan sabuk menjadi sarana untuk mengevaluasi hasil latihan sekaligus memberikan pengalaman kepada peserta dalam menghadapi penilaian kemampuan. Bagi karateka usia dini, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk membangun kepercayaan diri, keberanian, serta kesiapan mental dalam mengikuti proses pembinaan olahraga.
Dukungan orang tua turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka mendampingi anak-anak selama perjalanan menuju Manado menunjukkan keterlibatan keluarga dalam mendukung perkembangan minat dan bakat olahraga. Sinergi antara pelatih, peserta, dan orang tua diharapkan dapat menjaga keberlangsungan pembinaan karate secara positif di lingkungan masyarakat.
Melalui keikutsertaan 37 karate muda dalam UKT di Manado, Wangi Karate Club Bitung terus menjalankan pembinaan olahraga karate bagi generasi muda. Konsistensi latihan, pendampingan pelatih, serta dukungan keluarga diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi karate pada masa mendatang.
Harto


















