SAMPANG – Suasana menjelang sahur Kabupaten Sampang Madura, selalu terasa berbeda saat bulan Ramadan tiba, Sampang 08/03/26.
Dentuman musik tradisional Daol combodug menjadi penanda khas yang membangunkan warga untuk bersiap menyantap sahur.
Tradisi ini biasanya dilakukan oleh sekelompok pemuda yang berkeliling kampung sambil memainkan alat musik irama yang dihasilkan dikenal masyarakat dengan sebutan Daol combodug ( Daol Combo dan DUGDUG ), sebuah tradisi lokal yang sudah berlangsung turun-temurun.
Di beberapa desa di Kabupaten Sampang, kelompok combodug mulai berkeliling sekitar pukul 00.00 hingga 03.00 WIB. Di titik kumpul monomen sampang.
Salah satu warga Sampang mengatakan, tradisi Daol Combo sudah menjadi bagian dari budaya Ramadan masyarakat Madura.
Selain berfungsi membangunkan sahur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antar pemuda di kampung.
“Setiap Ramadan pasti ada Daol Combo. Anak-anak muda memainkan alat musik Selain bangunin sahur, ini juga jadi hiburan dan kebersamaan warga,” ujar seorang warga.
Namun demikian, pemerintah Dearah, APH dan tokoh masyarakat juga mengingatkan agar kegiatan Daol combodug tetap dilakukan secara tertib dan tidak berlebihan, agar tidak mengganggu warga yang sedang beristirahat.
Meski zaman terus berkembang dan sebagian warga sudah menggunakan alarm ponsel untuk bangun sahur, tradisi Daol combodug tetap dipertahankan karena dianggap sebagai kearifan lokal dan identitas budaya Ramadan di Kabupaten Sampang.
Bagi masyarakat Sampang, dentuman Daol combodug bukan sekadar suara musik, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan semangat menyambut keberkahan sahur di bulan suci Ramadan.Red
Tim


















