banner 728x250
Berita  

Santuni Anak Yatim, Nurul Huda Tekankan Pentingnya Spiritualitas di Tengah Gempuran Era Digital

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

SAMPANG — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Nurul Huda, menggelar kegiatan bertajuk “Sosialisasi Mengatasi Krisis Spiritual di Era Digital” di Gedung Pertemuan SMKN 2 Sampang, Kabupaten Sampang, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bersama bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan informasi yang semakin memengaruhi kehidupan sosial.

banner 325x300

Acara yang berlangsung dalam suasana khidmat di bulan suci Ramadan itu dihadiri berbagai elemen masyarakat.

Sejumlah kader organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga insan pers turut hadir dalam kegiatan yang sarat pesan moral tersebut.

Beberapa kader Gerakan Pemuda Ansor juga terlihat hadir bersama para aktivis sosial serta awak media. Kehadiran beragam unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus komitmen kolektif untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan moral di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks.

Tidak hanya berisi kegiatan sosialisasi, acara tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial berupa santunan kepada anak yatim. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus pengingat bahwa nilai spiritual tidak dapat dipisahkan dari sikap empati dan solidaritas terhadap sesama.

Dalam sambutannya, Nurul Huda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai partisipasi berbagai elemen masyarakat menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap pentingnya penguatan spiritual di era digital.

“Kehadiran panjenengan semua menjadi bukti bahwa kita memiliki komitmen yang sama dalam menjaga nilai-nilai moral dan spiritual di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat,” ujar Nurul Huda di hadapan para peserta.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa berbagai kemudahan sekaligus tantangan bagi kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Tanpa fondasi spiritual yang kuat, arus informasi yang begitu cepat berpotensi memengaruhi pola pikir dan perilaku sosial.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menghadirkan ruang-ruang edukasi dan dialog seperti kegiatan tersebut. Selain menjadi wadah bertukar gagasan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai keagamaan.

Nurul Huda juga menilai keterlibatan organisasi kepemudaan, aktivis LSM, serta media memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan pesan-pesan positif kepada masyarakat. Kolaborasi lintas elemen dinilai menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial sekaligus membangun karakter generasi yang berintegritas.

“Ketika organisasi kepemudaan, LSM, media, dan masyarakat bersatu, maka upaya mengatasi krisis spiritual di era digital akan jauh lebih kuat dan berdampak luas,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mendorong tumbuhnya kesadaran spiritual di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Momentum itu sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antara wakil rakyat dan masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan di Kabupaten Sampang. (Tim)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *