SAMPANG — Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Raya Kamuning, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan publik, Selasa 10/03/2026.
Proyek yang diketahui menelan anggaran hingga miliaran rupiah tersebut kini menuai kritik setelah sejumlah lampu dilaporkan padam, meski pekerjaan baru rampung pada akhir Desember 2025.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya terdapat enam titik lampu PJU yang tidak berfungsi, kondisi tersebut dinilai cukup membahayakan pengguna jalan, karena beberapa lampu yang padam berada tepat di area tikungan tajam yang membutuhkan penerangan maksimal.
Akibatnya, ruas jalan di kawasan tersebut menjadi gelap saat malam hari. Para pengendara yang melintas terpaksa harus lebih berhati-hati, terutama bagi pengguna jalan yang belum mengetahui kondisi jalur tersebut.
Sejumlah warga sekitar lokasi menilai kerusakan yang terjadi dalam waktu singkat setelah proyek selesai menimbulkan tanda tanya besar terkait kualitas pekerjaan maupun pengawasan dari pihak terkait.
Sorotan pun mengarah kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan serta pemeliharaan PJU.
Bahkan, berdasarkan informasi yang berkembang, di lingkungan Dishub disebut-sebut tidak terdapat pegawai yang memiliki keahlian teknis khusus di bidang kelistrikan untuk melakukan pengawasan terhadap instalasi lampu jalan.
Ditengah kondisi tersebut, muncul pula berbagai spekulasi dimasyarakat, Sebagian warga mempertanyakan apakah padamnya sejumlah lampu PJU tersebut murni karena kerusakan teknis atau justru ada kemungkinan sengaja dimatikan untuk menghemat pembayaran tagihan listrik.
Meski demikian, dugaan tersebut masih sebatas asumsi masyarakat dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah publik.
Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi efektivitas pengawasan terhadap proyek PJU yang menggunakan anggaran cukup besar.
Salah satu warga sekitar mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memicu potensi kecelakaan lalu lintas.
“Lampu yang padam itu persis berada di tikungan tajam dan ada sekitar enam titik yang mati. Kalau malam hari sangat gelap dan tentu berbahaya bagi pengendara yang melintas,” ujarnya kepada awak media.
Ia juga menyayangkan proyek yang baru selesai beberapa bulan lalu sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.
“Setahu kami proyek ini baru selesai akhir Desember 2025. Kalau anggarannya sampai miliaran rupiah, seharusnya kualitasnya juga baik dan tidak cepat rusak,” tambahnya.
Menurutnya, masyarakat merasa kecewa karena di satu sisi warga diwajibkan membayar pajak kepada negara, namun di sisi lain fasilitas umum yang bersumber dari uang rakyat justru tidak berfungsi secara maksimal.
“Kami sebagai masyarakat selalu diwajibkan membayar pajak. Tapi kalau fasilitas umum seperti lampu jalan dibiarkan mati begitu saja tanpa perbaikan, tentu masyarakat juga merasa kecewa,” keluhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Darat Dishub Kabupaten Sampang, Khotibul Umam, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat WhatsApp memberikan tanggapan singkat.
“Baik pak, biar dicek oleh rekan-rekan pak,” tulisnya.
Meski demikian, masyarakat berharap respons tersebut tidak berhenti pada tahap pengecekan semata, melainkan diikuti tindakan nyata berupa perbaikan segera.
Mengingat proyek tersebut menelan anggaran besar dari uang rakyat, warga menilai sudah sepatutnya fasilitas tersebut berfungsi optimal dan mendapatkan pemeliharaan yang serius dari pihak terkait.Red
Tim


















