banner 728x250
Berita  

Rapat Dadakan Pimpinan DPRD Karawang Disorot, Diduga Bahas Polemik Ijon Pokir

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Karawang,pikiranrakyatnusantara.com-Di tengah menguatnya desakan publik untuk mengusut dugaan praktik ijon pokok pikiran (pokir), pimpinan DPRD Karawang bersama pimpinan fraksi dikabarkan menggelar rapat mendadak yang menuai sorotan.

Informasi tersebut tertuang dalam Surat Nomor: 000.1.5/377/DPRD tertanggal 6 April 2026. Surat undangan yang ditandatangani Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin (HES), mengundang para pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi untuk menghadiri rapat di Gedung Muspida DPRD Karawang pada pukul 12.30 WIB.

banner 325x300

Namun, yang menjadi perhatian adalah agenda rapat yang dinilai tidak spesifik. Dalam surat tersebut hanya tercantum pembahasan “tentang isu yang berkembang saat ini”, tanpa penjelasan rinci terkait materi yang akan dibahas.

Spekulasi pun mencuat, apakah rapat tersebut berkaitan dengan polemik dugaan ijon pokir yang belakangan ramai diperbincangkan. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin malam (6/4/2026), Ketua DPRD Karawang belum memberikan keterangan resmi.

Menanggapi hal ini, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian, atau yang akrab disapa Askun, melontarkan kritik tajam. Ia menilai agenda rapat yang tidak jelas justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik.

“Ini saya bilang wakil rakyat Karawang kurang kerjaan ya! Biasanya rapat itu jelas agendanya, seperti pansus atau apa. Ini rapat bahas isu, isu apa coba? Pokir dewan bukan maksudnya,” ujar Askun, Selasa (7/4/2026).

Ia juga mempertanyakan sikap Ketua DPRD yang dinilai kurang cermat dalam menandatangani surat undangan tersebut.

“Ketua DPRD itu dibaca dulu tidak suratnya sebelum ditandatangani? Kok lucu ya, rapat pimpinan dewan dan pimpinan fraksi agendanya bahas isu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Askun menegaskan bahwa dugaan ijon pokir bukan sekadar isu atau opini semata, melainkan dapat dikategorikan sebagai fakta yang bisa ditelusuri secara hukum apabila aparat penegak hukum (APH) serius menanganinya.

Ia bahkan mengaku siap mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan data yang dibutuhkan penyidik.

“Jadi jangan disangka saya tidak tahu rapatnya membahas soal apa. Saya tahu kok. Maka mau ke mana pun larinya anggota DPRD Karawang, pasti saya kejar,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak DPRD Karawang terkait substansi rapat tersebut. Publik pun kini menanti transparansi serta kejelasan sikap dari para wakil rakyat di tengah mencuatnya isu yang dinilai krusial tersebut.

(Abah Rudi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *