Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Proyek Rekonstruksi Jalan Widasari–Tlakop di wilayah Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, yang dibiayai melalui APBD Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.836.475.000 dan dikerjakan oleh CV Gunung Mas, menuai sorotan dari masyarakat.
Proyek yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur jalan tersebut justru memunculkan kekecewaan warga. Sejumlah masyarakat menilai proses pengecoran jalan diduga tidak sesuai harapan karena kualitas pekerjaan dianggap kurang baik.
Menurut informasi di lapangan, warga mengaku telah mencurigai proses pekerjaan sejak tahap persiapan. Mereka menilai lapisan dasar jalan tidak menggunakan batu split sebagaimana lazimnya pekerjaan rigid beton, melainkan terlihat menggunakan batu bulat berukuran kecil yang menyerupai batu sungai. Selain itu, hasil pengecoran dinilai berwarna lebih putih sehingga memunculkan dugaan kandungan semen kurang, serta permukaan jalan disebut tidak rata karena terlihat lebih miring ke arah utara.
“Kami memantau sejak pekerjaan dasar. Dari awal sudah curiga karena tidak terlihat menggunakan batu split, yang ada hanya batu bulat kecil seperti batu sungai. Hasil corannya juga terlihat putih seperti kurang semen dan tidak rata, malah miring ke utara. Dengan anggaran miliaran rupiah, kami jujur merasa kecewa,” ungkap salah seorang warga kepada awak media, Rabu (8/7/2026).
Warga berharap instansi teknis terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mutu pekerjaan agar hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak. Menurut mereka, proyek yang menggunakan anggaran negara harus mengutamakan kualitas, transparansi, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Diketahui, proyek Rekonstruksi Jalan Widasari–Tlakop memiliki nilai kontrak Rp1.836.475.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu Tahun 2026, dengan penyedia jasa CV Gunung Mas yang beralamat di Jalan Kapten Arya Nomor 39, RT 001/RW 004, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu.
Hingga berita ini ditulis, pihak pelaksana CV Gunung Mas maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan yang disampaikan masyarakat. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan memastikan apakah pekerjaan tersebut telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang berlaku.


















