banner 728x250

Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Bitung, Pemkot Perkuat Sinergi Lintas Instansi

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

 

BITUNG – Pemerintah Kota Bitung, Sulawesi Utara, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui apel kesiapsiagaan yang digelar di Lapangan Sari Cakalang, Kelurahan Madidir Weru, Kecamatan Madidir, Kamis (3/9/2026) pukul 08.00 WITA.

banner 325x300

Apel tersebut dipimpin Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bitung, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Basarnas, Kodim 1310/Bitung, serta Yonif 916. Kegiatan menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana Karhutla.

Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas mengarahkan 28 personel Ditpolairud Polda Sulut untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran personel kepolisian perairan menunjukkan dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor.

Dalam pelaksanaan apel, personel Ditpolairud Polda Sulut bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan petugas pemadam kebakaran mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari kesiapan bersama dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Bitung.

Usai apel, Wali Kota Bitung bersama jajaran Forkopimda melakukan inspeksi terhadap kesiapan personel dan peralatan pemadam kebakaran. Pemeriksaan mencakup sejumlah armada dan perlengkapan milik Pemerintah Kota Bitung, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kodim 1310/Bitung, dan Yonif 916 untuk memastikan sarana pendukung siap digunakan ketika diperlukan.

Dalam amanatnya, Hengky Honandar menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan tidak semata-mata bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dalam pencegahan dan penanganan Karhutla. Ia mengingatkan bahwa kebakaran dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas sosial dan ekonomi, hingga kelancaran transportasi.
“Jangan tunggu api membesar baru dipadamkan. Penanganan harus serius, cepat, terpadu, dan berkelanjutan,” tegas Hengky dalam amanatnya.

Hengky juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla. Warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik asap maupun api kepada aparat atau pihak terkait.

Apel kesiapsiagaan tersebut menegaskan pentingnya sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla. Dengan kesiapan personel, peralatan, koordinasi, dan partisipasi masyarakat, upaya pencegahan dan penanganan kebakaran diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terpadu demi menjaga keselamatan warga serta kelestarian lingkungan di Kota Bitung

Harto

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *