banner 728x250
Berita  

Bukan Sekadar Kunjungan! MWT IQQA Pertamina Bongkar Tantangan Kilang Balongan, Pasokan Solar Jadi Sorotan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Di tengah dinamika pasokan bahan baku dan meningkatnya kebutuhan energi nasional, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan terus memperkuat keandalan operasional kilang. Upaya tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Management Walkthrough (MWT) jajaran manajemen Integrated Quality & Quantity Assurance (IQQA) PT Pertamina (Persero) ke RU Balongan, Indramayu, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Amanah, Kompleks RU Balongan, dipimpin langsung Vice President Integrated Quality & Quantity Assurance (VP IQQA) PT Pertamina (Persero), Deby Irawan Sanjaya, bersama jajaran manajemen.

banner 325x300

Kedatangan tim MWT diterima langsung Executive General Manager RU Balongan, Yulianto Triwibowo, didampingi perwakilan Tim Manajemen RU Balongan.

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pengawasan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kualitas dan kuantitas produk sekaligus membahas berbagai tantangan teknis dalam pemenuhan pasokan minyak mentah (crude oil) sebagai bahan baku utama kilang.

Yulianto Triwibowo menegaskan bahwa kunjungan MWT IQQA Holding memiliki arti penting dalam memperkuat sinergi dan komitmen bersama untuk menjaga keandalan kilang, terutama menghadapi dinamika pasokan bahan baku dan kebutuhan energi nasional yang terus berkembang.

“Di tengah tantangan pasokan pemenuhan bahan baku, RU Balongan terus berupaya menjaga fleksibilitas dan keandalan operasional demi pemenuhan BBM nasional,” ujar Yulianto.

Ia juga menyoroti kebutuhan Solar nasional yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menuntut kilang untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan pola suplai bahan baku tanpa mengorbankan aspek keandalan operasional.

“RU Balongan saat ini menjadi salah satu benteng utama (bumper) dalam merespons perubahan pola suplai energi nasional. Kami terus berupaya maksimal menjaga fleksibilitas dan keandalan pengolahan agar ketersediaan BBM, khususnya Solar, tetap terjaga aman di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, VP IQQA PT Pertamina (Persero) Deby Irawan Sanjaya menyampaikan bahwa pelaksanaan MWT merupakan tindak lanjut arahan Direktur Logistik & Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Jaffee Arizon Suardin.

Arahan tersebut ditujukan untuk memastikan proses lifting hingga pengolahan minyak mentah dapat berjalan secara terintegrasi, efektif, dan terkendali dari sektor hulu hingga hilir.

Deby memberikan apresiasi terhadap konsistensi Kilang Balongan dalam menjaga keandalan operasional sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat Indonesia.

“Produksi dari sumur Akasia Prima saat ini mengalami peningkatan tajam dari perkiraan awal. Ini adalah berkah besar bagi Pertamina, namun harus dikelola dengan kewaspadaan tinggi,” ungkap Deby.

Menghadapi kondisi tersebut, Tim IQQA bersama fungsi terkait telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan peningkatan maupun perubahan pasokan bahan baku dapat dikelola secara optimal tanpa mengganggu operasional kilang, keselamatan kerja, maupun kelestarian lingkungan.

Aspek Health, Safety and Environment (HSE) turut menjadi perhatian utama. Deby menegaskan bahwa keselamatan pekerja dan perlindungan lingkungan merupakan bagian integral dari keberlangsungan operasional kilang.

“Kesehatan pekerja dan perlindungan lingkungan merupakan aspek utama. HSSE bukan hanya soal keselamatan kerja, tetapi juga pemeliharaan lingkungan yang berdampak pada reputasi dan keberlanjutan perusahaan. Kami memastikan penanganan ini dilakukan secara cermat agar operasional Kilang Balongan tetap aman, andal, dan sesuai standar ketat,” tegasnya.

Rangkaian MWT kemudian dilanjutkan dengan pemaparan profil operasi kilang serta site visit ke sejumlah area kritis. Tim MWT melihat secara langsung kondisi operasional sekaligus berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam menjaga keandalan pengolahan dan kualitas produk.

Kegiatan ditutup melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas hasil kunjungan sekaligus merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) secara bersama.

Melalui MWT tersebut, Pertamina menegaskan bahwa keandalan kilang bukan hanya menyangkut kemampuan produksi, tetapi juga mencakup kepastian pasokan, ketepatan kualitas dan kuantitas produk, keselamatan pekerja, serta perlindungan lingkungan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan RU Balongan dalam menjaga kesinambungan pasokan energi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

banner 325x300
Penulis: Udin.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *