banner 728x250

Sholat Istisqa Dilaksanakan di Makodam XIII/Merdeka, Polda Sulut Ikhtiar Hadapi Kekeringan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

 

MANADO | Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas mewakili Kapolda Sulut menghadiri pelaksanaan Sholat Istisqa di halaman Makodam XIII/Merdeka, Teling, Manado, Selasa (15/9/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WITA tersebut menjadi bagian dari ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan serta keterbatasan air yang terjadi di sejumlah wilayah.

banner 325x300

Sholat Istisqa merupakan salat sunah yang dilaksanakan untuk memohon turunnya hujan. Dalam kegiatan tersebut, Ustadz H. Yusnan Yoyatan, S.H.I., M.H.I., bertindak sebagai imam, sedangkan khotbah disampaikan Prof. Dr. K.H. Ahmad Rajafi, M.A.

Dalam khotbahnya, Prof. Dr. K.H. Ahmad Rajafi mengingatkan pentingnya memperbanyak istighfar, melakukan introspeksi diri, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari refleksi bersama dalam menghadapi kondisi kekeringan dan keterbatasan air.

Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas mengajak seluruh peserta menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum untuk melakukan muhasabah dan memperbaiki diri. Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak istighfar serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan.

Ia turut mengajak keluarga besar
Ditpolairud Polda Sulut dan personel Polda Sulut untuk bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun dengan cukup dan merata, sehingga kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi. Menurutnya, doa tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak keterbatasan air.

Selain pelaksanaan Sholat Istisqa, doa bersama juga dilakukan oleh prajurit dan ASN yang beragama Nasrani dan Hindu di tempat ibadah masing-masing. Langkah tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap keberagaman kehidupan beragama sekaligus ikhtiar bersama agar kondisi kekeringan segera berakhir dan masyarakat Sulawesi Utara mendapat perlindungan serta keberkahan.

Di sisi lain, upaya menghadapi kekeringan tidak hanya dilakukan melalui doa. Jajaran Ditpolairud Polda Sulut diarahkan untuk terus hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air serta memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, dan berbagai unsur terkait.

Melalui doa dan ikhtiar bersama tersebut, jajaran Polda Sulut berharap semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong semakin kuat dalam menghadapi dampak kekeringan. Hujan yang diharapkan turun nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat dan mendukung aktivitas warga di berbagai wilayah Sulawesi Utara.

Harto

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *