banner 728x250
Berita  

Dari Serabut Kelapa Menembus Pasar Spanyol, Produk Warga Binaan Lapas Indramayu Dilepas untuk Ekspor

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Serabut kelapa yang selama ini identik dengan limbah berhasil diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan menembus pasar internasional. Bupati Indramayu Lucky Hakim melepas ekspor perdana coir shade hasil karya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menuju Spanyol, Senin (28/9/2026).

Pelepasan ekspor tersebut berlangsung dalam rangkaian kunjungan Bupati Lucky Hakim bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu ke Lapas Indramayu. Kunjungan itu sekaligus untuk melihat secara langsung berbagai hasil pembinaan dan pemberdayaan yang dijalankan bagi warga binaan.

banner 325x300

Bupati Lucky Hakim mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, produk berbahan serat kelapa itu menunjukkan bahwa keterampilan yang diberikan selama masa pembinaan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sekaligus memiliki peluang pasar hingga ke mancanegara.

“Ini salah satu hasil yang bisa dibanggakan. Dari serabut kelapa dipintal menjadi sesuatu yang bernilai dan terbukti akan dikirim ke luar negeri, tujuannya ke Spanyol. Artinya, sudah terbukti ada kinerja dan ada hasilnya,” ujar Lucky.

Ia menilai pengembangan produk seperti coir shade perlu terus didorong agar keterampilan yang diperoleh warga binaan tidak berhenti selama berada di Lapas, tetapi dapat menjadi bekal untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Pemkab Indramayu, lanjut Lucky, siap mendukung pengembangan program tersebut sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Salah satunya melalui upaya menjembatani kerja sama dengan dunia usaha, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu Aramichi Renggalih mengatakan, pengembangan produk hasil karya warga binaan merupakan bagian dari program peningkatan kemandirian sekaligus upaya mendorong sektor UMKM di lingkungan Lapas.

Beragam produk hasil pembinaan terus dikembangkan, bahkan sebagian di antaranya mulai memiliki peluang untuk dipasarkan hingga ke luar negeri.

“Salah satunya yang kita ekspor hari ini adalah peningkatan UMKM, yang kami laksanakan dan diharapkan juga dapat meningkatkan UMKM di Kabupaten Indramayu,” katanya.

Menurut Aramichi, program pembinaan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian keterampilan, tetapi juga diarahkan agar warga binaan memiliki kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Dengan keterampilan dan pengalaman yang diperoleh selama masa pembinaan, warga binaan diharapkan mampu berkontribusi secara positif terhadap kehidupan sosial maupun perekonomian setelah menyelesaikan masa pidana.

Untuk menjaga keberlanjutan program, Lapas Indramayu terus membangun koordinasi dan sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu serta berbagai pihak terkait.

Ekspor perdana coir shade ke Spanyol menjadi salah satu capaian pembinaan kemandirian warga binaan. Lebih dari sekadar pengiriman produk ke pasar internasional, capaian tersebut menunjukkan bahwa proses pembinaan dapat melahirkan karya produktif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pengembangan UMKM hasil karya warga binaan.

(Casinih)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *