Batam,pikiranrakyatnusantara.com – Pemadaman listrik total atau blackout yang melanda Kota Batam melumpuhkan aktivitas warga. Tidak hanya gelap, dampaknya langsung terasa di jalan raya: arus lalu lintas macet di mana-mana, antrean panjang mengular di SPBU, dan kualitas udara kian mengkhawatirkan akibat kepulan asap genset.
Pantauan di lapangan,Senin (12/10/2026), kemacetan terjadi hampir di semua simpang utama. Penyebabnya, seluruh traffic light atau lampu pengatur lalu lintas mati total akibat tidak ada pasokan listrik dari PLN.
Di Simpang Baloi, Batam Centre, hingga Batu Aji, kendaraan saling berebut jalan tanpa ada yang mengatur. Petugas Dishub tidak terlihat di sebagian besar titik.
Dampak lain terlihat di SPBU 21 Lama Baloi. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga ke badan jalan. Warga panik berburu BBM untuk menghidupkan genset di rumah dan di tempat usaha mereka.
“Dari jam 2 siang antre, panjang sekali. Semua orang isi bensin buat genset. Kalau tidak, rumah gelap total,” kata Andi, salah seorang warga yang antre di SPBU 21 Lama Baloi.
Belum lagi persoalan baru: kualitas udara Kota Batam semakin mengkhawatirkan. Asap tebal dari ribuan genset yang dinyalakan serentak di ruko, perumahan, dan industri membuat udara sesak dan jarak pandang menurun.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN Batam melalui layanan pengaduan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab blackout dan kapan listrik akan normal kembali.
Warga mendesak PLN Batam terbuka, bukan hanya soal pemadaman, tapi juga soal mitigasi. Jika blackout terjadi, seharusnya ada backup untuk fasilitas vital seperti lampu lalu lintas dan SPBU.



















