banner 728x250

Polsek Maesa Mediasi Perselisihan Pemuda di Bitung Timur, Dua Kelompok Sepakat Berdamai

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

 

BITUNG, Pikiranrakyatnusantara.com | Kepolisian Sektor (Polsek) Maesa, Polres Bitung, memediasi perselisihan antara dua kelompok pemuda dari Kompleks Empang dan Sarikelapa di Lingkungan IV, Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (15/10/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk meredam ketegangan dan mencegah konflik meluas serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

banner 325x300

Berdasarkan informasi awal, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.30 WITA itu diduga berkaitan dengan kerusakan satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna hitam yang ditemukan di kawasan semak-semak Gunung Empang. Selain itu, terdapat laporan mengenai telepon genggam milik seorang pemuda bernama Putra alias Uta yang diduga diambil oleh Iwan Moo. Dalam rangkaian kejadian tersebut, Iwan Moo juga dilaporkan terjatuh saat terjadi bentrokan. Informasi tersebut menjadi bagian dari persoalan yang perlu diselesaikan oleh pihak-pihak terkait.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polsek Maesa mempertemukan kedua kelompok pemuda dalam proses mediasi yang melibatkan orang tua, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Mediasi dipimpin Kapolsek Maesa AKP Tuegeh D. Darus, S.Sos., didampingi Kanit Binmas Iptu Muhlis, Kanit Reskrim Iptu Lutfi Rumpa, S.H., serta Lurah Bitung Timur Syarifudin Takahindangen. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat membantu penyelesaian persoalan secara dialogis dan bertanggung jawab.

Dalam proses mediasi, kedua kelompok pemuda sepakat menandatangani surat perdamaian. Kesepakatan itu diharapkan menjadi dasar untuk mengakhiri perselisihan dan mencegah terjadinya konflik serupa. Kepolisian juga mendorong seluruh pihak untuk menahan diri, menjaga komunikasi, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur yang tepat tanpa melakukan tindakan yang berpotensi merugikan orang lain.

Kapolsek Maesa AKP Tuegeh D. Darus menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya bertugas melakukan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan dan penyelesaian masalah guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Ia mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya ketika beraktivitas hingga larut malam. Masyarakat juga diminta segera menghubungi layanan Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau mengetahui adanya potensi gangguan keamanan.

Lurah Bitung Timur Syarifudin Takahindangen mengapresiasi langkah Polsek Maesa dalam mempertemukan pihak-pihak yang berselisih melalui mediasi. Ia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk menjaga kerukunan, menghormati sesama, dan menghindari tindakan yang dapat memicu pertikaian. Menurutnya, peran keluarga, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Ketua Umum Bifi, Hi. Rinto Pakaya, turut menyampaikan apresiasi kepada Polres Bitung, Polsek Maesa, serta para orang tua dan pemuda dari Kompleks Empang dan Sarikelapa yang bersedia menempuh penyelesaian melalui perdamaian. Ia berharap kesepakatan tersebut dijaga dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat, upaya menjaga keamanan, mempererat persaudaraan, dan mewujudkan Kota Bitung yang aman, damai, serta harmonis diharapkan dapat terus diperkuat.

Harto

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *