Karawang,pikiranrakyatnusantara.com-Nomor urut 4 dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bengle menjadi identitas yang diusung Teh Alya bersama tim pendukungnya. Nomor tersebut dikemas dengan slogan OPAT, Omat Pilih Anu Tepat, sebuah ungkapan dalam bahasa Sunda yang dimaknai sebagai pengingat agar masyarakat memilih secara tepat.
Bagi tim pendukung Teh Alya, angka 4 bukan sekadar nomor urut. Angka tersebut dianalogikan sebagai simbol empat penjuru Desa Bengle yang harus dirangkul bersama demi mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Filosofi itu juga digambarkan melalui sebuah kursi yang membutuhkan empat kaki kokoh agar dapat berdiri seimbang. Analogi tersebut digunakan untuk menggambarkan harapan terhadap kepemimpinan yang memiliki fondasi kuat, mampu menjaga keseimbangan, serta memperhatikan kepentingan seluruh warga.
“Nomor 4 adalah nomor pamungkas, menyimbolkan empat penjuru Desa Bengle yang akan kita rangkul dan bangun bersama,” demikian pesan yang disampaikan dalam materi dukungan untuk Teh Alya.
Slogan OPAT menjadi bagian dari upaya tim pendukung memperkenalkan identitas Teh Alya kepada masyarakat. Melalui permainan kata yang dekat dengan bahasa sehari-hari warga, pesan tersebut diharapkan mudah diingat selama tahapan Pilkades Bengle 2026.
Selain menekankan filosofi nomor urut, materi kampanye tersebut turut mengangkat keselarasan semangat pembangunan desa dan pemerintah daerah. Pesan “Gubernurnya nomor 4, kepala desanya juga nomor 4” disampaikan sebagai narasi kampanye oleh tim pendukung, bukan sebagai jaminan bahwa kesamaan nomor urut menentukan keberhasilan pembangunan.
Dalam pesan tersebut, Teh Alya digambarkan sebagai sosok yang diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya membangun Desa Bengle dengan mengedepankan pemerataan dan kesejahteraan masyarakat.
Untuk memperkenalkan calon kepada masyarakat, tim pendukung juga menyerukan penguatan koordinasi dan sosialisasi dari rumah ke rumah. Mereka mengajak para pendukung untuk menyapa warga, membangun komunikasi, serta menyampaikan gagasan dan harapan terkait masa depan Desa Bengle.
Pesan tersebut menekankan pentingnya kerja bersama selama proses pemilihan, dengan harapan dukungan yang dibangun dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Keringat kita hari ini adalah senyum warga Bengle esok hari. Rapatkan barisan dan terus bergerak,” menjadi bagian dari semangat yang digaungkan dalam materi kampanye tersebut.
Di sisi lain, masyarakat tetap memiliki ruang untuk menilai setiap calon berdasarkan visi, program kerja, rekam jejak, serta komitmen terhadap kebutuhan desa.
Dengan nomor urut 4 dan slogan OPAT, Teh Alya kini diperkenalkan kepada masyarakat melalui identitas kampanye yang mengedepankan filosofi kebersamaan dan pembangunan. Pada akhirnya, pilihan dalam Pilkades Bengle berada di tangan warga, yang diharapkan dapat menggunakan hak pilih secara sadar, bebas, dan bertanggung jawab.
(Abah Rudi)


















