BITUNG, Pikiranrakyatnusantara.com | Kebakaran yang terjadi pada dini hari Jumat, 16 Oktober 2026, melanda permukiman warga di Kelurahan Pateten Satu, RT 006/RW 002, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Peristiwa tersebut merusak sejumlah rumah beserta harta benda warga dan menimbulkan beban emosional serta kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi keluarga yang terdampak.
Pada siang hari yang sama, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Bitung Ny. Hikma Arie, langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka didampingi Wakapolres Bitung Kompol Bartholomeus Dambe, S.H., pejabat utama Polres Bitung, Kapolsek jajaran, personel Polres dan Polsek, serta pengurus Bhayangkari Cabang Bitung. Kehadiran tersebut juga diikuti Camat Aertembaga Stenly Tatipang, S.Sos., Lurah Pateten Satu Christiany Sugiyanto, S.E., dan unsur masyarakat setempat.
Polres Bitung segera mendirikan tenda Posko Polres Bitung Peduli di lokasi kejadian sebagai bentuk kehadiran institusi di tengah masyarakat. Posko tersebut difungsikan sebagai ruang koordinasi sekaligus sarana pemberian dukungan langsung kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit pascakebakaran.
Kapolres Bitung dan Ketua Bhayangkari Cabang Bitung meninjau kawasan yang terdampak sekaligus berdialog dengan warga. Melalui dialog tersebut, keduanya mendengarkan kondisi serta kebutuhan masyarakat dan menyampaikan dukungan agar warga tetap memiliki semangat untuk bangkit kembali.
Sebagai wujud kepedulian nyata, Kapolres bersama Ketua Bhayangkari menyerahkan bantuan kebutuhan pokok berupa beras, air mineral, mi instan, minyak kelapa, gula pasir, telur, kopi, dan teh. Bantuan itu dipercayakan kepada Lurah Pateten Satu untuk selanjutnya disalurkan kepada warga terdampak sesuai kebutuhan masing-masing.
Dalam pertemuan di tenda posko, Kapolres Bitung menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga. Ia menegaskan bahwa kehadiran Polres Bitung dan Bhayangkari bertujuan menunjukkan bahwa masyarakat tidak sendirian dalam menghadapi cobaan, serta mengajak warga saling menguatkan dan menjaga semangat persaudaraan.
Kapolres menekankan bahwa bantuan yang diberikan tidak dapat menggantikan rumah, kenangan, maupun harta benda yang hilang. Namun, perhatian dan tindakan nyata diharapkan dapat meringankan sebagian beban kebutuhan sehari-hari serta memperkuat keyakinan warga untuk menata kembali kehidupan.
Melalui kegiatan Polres Bitung Peduli, institusi menegaskan komitmen untuk hadir secara humanis dan responsif di tengah masyarakat. Sinergi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan diharapkan memperlancar penyaluran bantuan serta memperkuat semangat gotong royong dalam proses pemulihan warga terdampak.
Harto


















