Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Menjelang pelaksanaan simulasi penanggulangan keadaan darurat skala besar atau Major Emergency Drill pada 29 Oktober 2026, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di sekitar wilayah operasional kilang.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Major Emergency Drill yang digelar di Aula Balai Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai prosedur keselamatan, mekanisme evakuasi, serta langkah awal menghadapi potensi keadaan darurat.
Sosialisasi dilaksanakan melalui sinergi Fungsi Communication, Relations & CSR bersama Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), khususnya bagian Emergency dan Insurance (E dan I) RU Balongan.
Dalam kegiatan tersebut, warga memperoleh penjelasan mengenai kode dan perbedaan bunyi sirine keadaan darurat, jalur serta tata cara evakuasi mandiri yang aman. Edukasi juga mencakup keselamatan rumah tangga, termasuk teori segitiga api, penanganan kebocoran gas LPG, hingga langkah awal menghadapi kebakaran di dapur.
Tak hanya berfokus pada kesiapsiagaan menghadapi simulasi di kawasan kilang, Pertamina juga membekali warga dengan enam kebiasaan sederhana untuk mencegah kebakaran di lingkungan rumah tangga.
Keenam langkah tersebut meliputi tidak meninggalkan masakan ketika kompor menyala, memeriksa kompor dan peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah, tidak menyalakan petasan di kawasan permukiman maupun ke arah area kilang, menghindari penggunaan colokan listrik bertumpuk dan beban berlebih, membuka gulungan kabel saat digunakan sesuai batas daya, serta mengelola sisa panen tanpa pembakaran terbuka.
Kepala Desa Majakerta, Rendra, mengapresiasi langkah RU Balongan yang terus melibatkan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Menurutnya, sosialisasi tersebut penting agar warga tidak panik ketika mendengar sirine saat simulasi berlangsung. Selain itu, pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan awal kebakaran dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami menyambut baik dan berterima kasih atas perhatian berkesinambungan dari RU Balongan kepada warga Desa Majakerta. Sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan edukasi langsung agar masyarakat tidak panik saat mendengar sirine simulasi nanti, sekaligus membekali warga dengan pengetahuan praktis penanganan kebakaran di dapur yang sangat berguna sehari-hari,” ujar Rendra.
Sementara itu, perwakilan RU Balongan, Heru Purwanto, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat tidak hanya menjadi tanggung jawab personel kilang, tetapi juga membutuhkan pemahaman dan partisipasi aktif masyarakat di wilayah penyangga atau Ring 1.
“Keselamatan operasional kilang dan keselamatan warga di sekitarnya adalah satu kesatuan yang tidak dipisahkan. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan warga memahami kode sirine dan tata cara evakuasi, sekaligus meningkatkan kewaspadaan bersama terhadap potensi bahaya kebakaran, baik di lingkungan kilang maupun di dalam permukiman,” jelasnya.
Program edukasi tersebut juga terintegrasi dengan program Community Involvement and Development (CID) unggulan RU Balongan di Desa Majakerta, yakni PETA (Pemuda Tangguh Bencana).
Melalui program PETA, Pertamina secara berkelanjutan mendorong peningkatan kapasitas pemuda dan masyarakat lokal dalam penanggulangan bencana. Pembinaan mencakup upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga tanggap darurat berbasis masyarakat.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan, Rizky Anggia, menegaskan bahwa perlindungan keselamatan masyarakat menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional kilang.
“Sosialisasi jelang Major Emergency Drill ini merupakan bagian dari komitmen kilang untuk menempatkan keselamatan masyarakat di prioritas tertinggi. Sinergi fungsi CommRel, HSSE, dan masyarakat melalui Program PETA di Desa Majakerta ini membuktikan bahwa budaya sadar bencana harus dibangun bersama secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan warga tidak hanya merasa aman, tetapi juga memiliki kapasitas dan ketangguhan mandiri dalam menghadapi potensi bahaya,” pungkas Rizky.
Melalui sosialisasi ini, RU Balongan berharap masyarakat semakin memahami prosedur keselamatan, mampu melakukan evakuasi secara tepat, serta tidak mudah panik ketika menghadapi situasi darurat. Kesiapsiagaan yang dibangun bersama diharapkan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat maupun aktivitas operasional kilang.


















