banner 728x250

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Ditpolairud Polda Sulut Gelar Apel Siaga dan Tinjau Kesiapan Alat SAR

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

 

 

banner 325x300

BITUNG, Pikiranrakyatnusantara.com – Menghadapi prediksi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Indonesia pada November dan Desember mendatang, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara memperkuat postur kesiapsiagaan operasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan apel kesiapan siaga Pencarian dan Pertolongan (SAR) yang dilaksanakan di Markas Komando Polairud, Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, pada Kamis (22/10/2026).

Kegiatan apel gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara, AKBP Denny Wely Wolter Tompunuh, yang bertindak mewakili Direktur Polairud Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H. Acara ini dihadiri oleh seluruh unsur personel jajaran Ditpolairud, mulai dari tingkat perwira, bintara, hingga tamtama, sebagai bentuk soliditas dan kesiapan satuan dalam menghadapi tantangan operasional di musim penghujan.

Dalam rangkaian kegiatan, Wadirpolairud melakukan inspeksi mendadak terhadap kelengkapan peralatan penunjang operasi SAR. Peninjauan mencakup kondisi teknis perahu karet, fungsi pelampung otomatis, serta berbagai alat pendukung lainnya yang bersifat vital. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan bahwa seluruh alutsista berada dalam kondisi prima dan siap dikerahkan sewaktu-waktu untuk menolong masyarakat yang berada dalam bahaya.

Pengecekan peralatan ini bukan sekadar prosedur administratif rutin, melainkan langkah krusial untuk menjamin efektivitas misi kemanusiaan. Tugas pencarian dan pertolongan merupakan upaya nyata menyelamatkan nyawa manusia yang terancam bahaya, baik di wilayah perairan luas, area pegunungan terjal, maupun saat terjadi bencana alam yang sering kali dipicu oleh perubahan cuaca drastis.

Sistem kesiapsiagaan yang diterapkan oleh Ditpolairud Polda Sulut mengadopsi siklus respons cepat yang terintegrasi. Prosedur ini dimulai dari penerimaan informasi musibah, pengumpulan data awal secara akurat, pengiriman respons darurat, penyusunan strategi dan rute pencarian, hingga pendepliyoran Unit Pencarian dan Pertolongan (*Search and Rescue Unit*/SRU). Rangkaian aksi di lapangan akan diakhiri dengan evakuasi korban dan evaluasi menyeluruh pascakejadian.

AKBP Denny Wely Wolter Tompunuh menegaskan bahwa kesiapan personel dan alat menjadi prioritas utama menjelang puncak musim hujan. “Apel kesiapan siaga dan pengecekan peralatan ini adalah wujud kesiapan nyata dari Ditpolairud Polda Sulut. Terutama saat kita memasuki bulan November dan Desember yang diprediksi akan menghadirkan cuaca ekstrem. Kami harus selalu siap hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa komitmen perlindungan terhadap warga menjadi tugas pokok institusi kepolisian di daerah. “Ditpolairud Polda Sulut akan selalu siap siaga untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat Nusantara, khususnya di Sulawesi Utara yang membutuhkan pertolongan,” tegas AKBP Denny Wely Wolter Tompunuh.

Sebagai langkah preventif, Wadirpolairud juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para nelayan, agar senantiasa mengutamakan aspek keselamatan saat beraktivitas di laut. Ia mengajak warga untuk tidak ragu menghubungi *Call Center* Layanan Polri 110 apabila mengalami keadaan darurat. Layanan tersebut tersedia selama 24 jam penuh dan dapat diakses secara gratis tanpa biaya apa pun sebagai jaminan keamanan bagi masyarakat.

Harto

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *