Karawang,pikiranrakyatnusantara.com-Peristiwa tragis terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, setelah serangkaian kecelakaan beruntun melibatkan kereta rel listrik (KRL), taksi listrik, dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek, Rabu (29/4/2026) pagi.
Insiden bermula ketika sebuah KRL menabrak taksi listrik yang melintas di perlintasan sebidang ilegal di dekat Stasiun Bekasi Timur. Benturan keras tersebut menyebabkan gangguan operasional, termasuk terhentinya KRL lain di stasiun.
Situasi semakin memburuk ketika KA Argo Bromo Anggrek yang melintas di jalur yang sama tidak sempat menghindar dan menabrak bagian belakang gerbong KRL yang sudah berhenti. Akibatnya, gerbong belakang KRL mengalami kerusakan parah hingga remuk.
Pihak PT Kereta Api Indonesia mencatat total 106 penumpang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa korban terdiri dari penumpang meninggal dunia dan luka-luka.
“Korban meninggal dunia maupun yang luka-luka adalah sejumlah 106 penumpang. Yang meninggal dunia 15 penumpang dan yang luka-luka 91,” ujarnya dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 08.00 WIB.
Dari total korban luka, sebanyak 38 penumpang dilaporkan telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Namun, jumlah korban meninggal dunia kembali bertambah. Hingga pukul 09.00 WIB, satu korban atas nama Mia Citra (25) dinyatakan meninggal dunia setelah sebelumnya mendapat perawatan intensif di ICU RSUD Kota Bekasi.
Mia diketahui sempat terjebak di dalam gerbong Commuter Line pascakecelakaan sebelum akhirnya dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit.
Pihak PT KAI menyampaikan duka mendalam atas insiden ini dan memastikan penanganan korban menjadi prioritas utama. Sementara itu, penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk keberadaan perlintasan ilegal, masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
(Abah Rudi)


















