banner 728x250
Berita  

Proyek Pengecoran Jalan Aspirasi DEWAN IRFAN GERINDRA DIDUGA KUAT ASAL-ASALAN

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Pekerjaan pengecoran jalan lingkungan di Blok Bonjot Tumpal RT 38 RW 13, Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, menuai sorotan dari masyarakat. Proyek yang mulai dikerjakan pada Juli 2026 itu diduga tidak memenuhi standar teknis pelaksanaan konstruksi sehingga memunculkan keresahan warga.

Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, proyek tersebut merupakan realisasi dana aspirasi anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi Gerindra, Irfan, dengan nilai anggaran sekitar Rp199 juta dan dikerjakan oleh CV Arthur.

banner 325x300

Namun, sejak hari pertama pelaksanaan, sejumlah warga mengaku menemukan berbagai dugaan kejanggalan di lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan media dan keterangan warga, proyek tersebut diduga tidak dilengkapi papan informasi proyek atau papan RAB sehingga masyarakat tidak mengetahui secara jelas spesifikasi pekerjaan maupun penggunaan anggarannya.

Selain itu, warga juga menduga proses pengerjaan tidak diawali dengan pengupasan badan jalan lama maupun pemadatan dasar. Beton disebut langsung dicor di atas tanah yang masih basah akibat hujan tanpa adanya urugan sirtu sebagai lapisan pondasi.

Tak hanya itu, ketebalan beton juga diduga tidak seragam. Di beberapa titik, warga memperkirakan ketebalan hanya berkisar 5–7 sentimeter, lebih tipis dibanding standar umum jalan lingkungan yang umumnya mencapai sekitar 10–12 sentimeter.

Salah seorang tokoh pemuda setempat berinisial IT mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas pekerjaan tersebut.

“Kalau begini caranya, kami khawatir tiga bulan juga sudah retak dan hancur lagi. Sayang uang negara kalau hasilnya asal-asalan,” ujarnya.

Menurut warga, jalan tersebut merupakan akses utama yang setiap hari digunakan masyarakat, termasuk anak-anak menuju sekolah serta para petani menuju lahan pertanian. Karena itu, mereka berharap pembangunan dilakukan sesuai spesifikasi agar dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Warga juga menduga lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek berpotensi berdampak pada kualitas hasil pekerjaan. Mereka meminta pihak-pihak terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan.

Adapun tuntutan masyarakat antara lain:

Meminta Irfan selaku pemilik aspirasi turun langsung meninjau kondisi pekerjaan di lapangan.

Meminta dinas teknis melakukan audit terhadap kualitas pengecoran jalan.

Apabila terbukti tidak sesuai spesifikasi teknis maupun RAB, pelaksana diminta membongkar dan mengerjakan ulang sesuai ketentuan.

Meminta adanya transparansi anggaran serta pemasangan papan informasi proyek agar masyarakat mengetahui sumber dana, nilai anggaran, dan pelaksana pekerjaan.

Warga menegaskan akan terus mengawal proyek tersebut dan siap melaporkan dugaan penyimpangan kepada instansi berwenang apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan pelaksanaan pekerjaan.

banner 325x300
Penulis: Udin.S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *