Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Warga Desa Pringgacala, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Abdul Ajis bersama jajaran pemerintah desa, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir melalui program penanaman pohon mangrove dan cemara.
Program penghijauan yang telah dimulai sejak awal tahun 2025 dan terus berlanjut hingga tahun 2026 ini bertujuan untuk mengurangi abrasi pantai, melindungi lahan pertanian dari ancaman gelombang laut, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Tak hanya berfungsi sebagai benteng alami penahan abrasi, kawasan hijau tersebut juga dipersiapkan menjadi destinasi wisata alam yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Lokasi penanaman membentang sepanjang kurang lebih tujuh kilometer, mulai dari perbatasan Desa Benda hingga Desa Tanjakan. Hingga saat ini diperkirakan sekitar 40 ribu pohon mangrove telah ditanam di kawasan tersebut. Sementara itu, Kepala Desa Pringgacala, Abdul Ajis, secara pribadi turut berkontribusi dengan menanam sekitar 500 pohon cemara sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Kami berharap kawasan ini nantinya menjadi hutan mangrove dan cemara yang hijau, sejuk, serta indah, sehingga mampu menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat. Dengan berkembangnya kawasan wisata ini, kami optimistis dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan perekonomian warga Desa Pringgacala maupun masyarakat sekitar,” ujar Abdul Ajis.
Meski demikian, upaya pengembangan kawasan wisata pesisir tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah akses jalan menuju lokasi yang hingga kini belum dapat dilalui kendaraan roda empat. Selain itu, persoalan sampah yang masih belum tertangani secara maksimal juga menjadi tantangan yang perlu segera mendapatkan perhatian.
Oleh karena itu, Abdul Ajis berharap pemerintah melalui instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta instansi lainnya, dapat memberikan dukungan nyata dalam pengembangan kawasan pesisir Pantai Pringgacala.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta membiasakan membuang sampah pada tempatnya demi terciptanya kawasan wisata yang bersih, sehat, dan nyaman.
Di lokasi yang sama, tim Media Bareskrim News.net TV Online Indonesia turut mewawancarai salah seorang pengunjung pantai, Mista Kumbara, warga Kecamatan Karangampel. Ia menyampaikan apresiasi atas program penghijauan yang dilakukan Pemerintah Desa Pringgacala.
“Saya sangat mendukung penanaman mangrove dan cemara ini. Karangampel memang membutuhkan destinasi wisata yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian warga. Semoga kawasan ini terus dijaga kebersihan dan kelestariannya agar pengunjung merasa nyaman,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Pringgacala membenarkan bahwa program penghijauan tersebut terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Mereka berharap pemerintah dan seluruh instansi terkait dapat memberikan perhatian serta dukungan agar kawasan pesisir Pantai Pringgacala berkembang menjadi destinasi wisata berbasis konservasi lingkungan.
Selain menjadi kawasan yang asri dan indah, keberadaan hutan mangrove dan cemara diharapkan mampu menarik wisatawan, membuka peluang bagi pelaku UMKM, menciptakan lapangan pekerjaan baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Pringgacala dan sekitarnya.
Program penghijauan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan positif. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, pesisir Pantai Pringgacala diharapkan tumbuh menjadi kawasan hijau yang tidak hanya melindungi alam, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan bagi generasi sekarang maupun masa depan.


















