Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri migas, nyala api flare atau gas suar bakar merupakan pemandangan yang melekat dengan aktivitas kilang minyak. Namun di PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan, nyala api flare yang semakin kecil justru menjadi pertanda positif. Hal tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan energi sekaligus menekan emisi gas rumah kaca melalui berbagai inovasi operasional.
Flare merupakan sistem keselamatan (safety system) yang wajib dimiliki industri minyak dan gas untuk membakar kelebihan gas hidrokarbon secara aman guna menjaga keamanan operasi. Meski demikian, Kilang Balongan terus berupaya agar gas yang sebelumnya dibakar melalui flare dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi bernilai tambah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program inovasi dan improvement yang dikembangkan para Perwira Kilang Balongan dalam optimalisasi pengelolaan gas suar. Berkat konsistensi itu, Kilang Balongan berhasil meraih Penghargaan Kategori Optimalisasi Pengelolaan Gas Suar pada Kegiatan Usaha Hilir Migas Bidang Keselamatan Migas dan Optimalisasi Gas Suar dalam Subroto Awards 2025, sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas kontribusi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Inovasi terbaru yang berhasil diterapkan adalah Optimalisasi Pengelolaan Excess Gas ex NPU melalui Reaktivasi Line sebagai Bahan Bakar Produksi pada Fuel Gas System. Melalui inovasi tersebut, gas yang sebelumnya terbuang melalui flare kini dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar proses produksi, sehingga mampu mengurangi pemborosan energi, meningkatkan efisiensi operasional, serta menekan emisi gas rumah kaca secara signifikan.
Dari sisi ekonomi, pemanfaatan kembali excess gas berhasil menurunkan konsumsi natural gas sehingga menghasilkan efisiensi biaya sekitar Rp45 miliar per tahun. Sementara dari aspek lingkungan, inovasi ini mampu menekan emisi hingga 29.754 ton CO₂ ekuivalen sepanjang tahun 2025, sekaligus mendukung implementasi pengelolaan gas suar yang lebih efektif sesuai ketentuan pemerintah.
Manfaat inovasi tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional Kilang Balongan. Berkurangnya pembakaran gas pada flare berdampak pada menurunnya paparan panas radiasi, kebisingan, jelaga, serta emisi ke udara, sehingga kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar semakin meningkat.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan, Yulianto Triwibowo, menegaskan bahwa inovasi telah menjadi bagian dari budaya kerja Perwira Kilang Balongan dalam mendukung keberlanjutan bisnis sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Optimalisasi pengelolaan gas suar merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan operasi kilang yang semakin andal, efisien, aman, dan ramah lingkungan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi energi perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui berbagai inovasi berkelanjutan, kami terus mendukung target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060 sekaligus memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga,” ujar Yulianto.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi serta semangat inovasi seluruh Perwira Kilang Balongan dalam menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Sejalan dengan komitmen PT Pertamina Patra Niaga terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), inovasi optimalisasi gas suar di Kilang Balongan menjadi bukti bahwa transformasi operasional mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap agenda transisi energi nasional.
Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Dengan terus menghadirkan inovasi di setiap lini operasi, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan berkomitmen menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan energi Indonesia sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060.


















