BITUNG | SMAN 4 Bitung menjadikan kegiatan Perkemahan Pindah Golongan sebagai momentum pembentukan karakter dan penguatan mental siswa dalam proses peralihan dari Pramuka Penggalang menuju tingkat Penegak.
Kegiatan yang digelar di Riverside Bitung, Jalan S.H. Sarundajang, Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (2/9/2026) hingga Jumat (4/9/2026) pagi.
Mengangkat tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045,” kegiatan ini diarahkan untuk menanamkan semangat kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, kerja sama, serta tanggung jawab sosial kepada para peserta.
Sekitar 50 siswa kelas X mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi sekitar 50 panitia dan kakak pembina. Berbagai rangkaian kegiatan kepramukaan menjadi sarana bagi peserta untuk mengembangkan kedisiplinan, kepemimpinan, ketahanan diri, dan kemampuan bekerja dalam tim.
Kamabigus Gudep 02.279-02.280 Pangkalan SMAN 4 Bitung, Wisje W.P. Kaunang, S.Pd., M.Hum., mengatakan bahwa perpindahan golongan merupakan tahapan penting dalam perkembangan seorang anggota Pramuka.
Menurutnya, proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan perubahan tingkatan organisasi, tetapi juga harus diikuti kesiapan fisik, mental, sikap, dan tanggung jawab yang lebih besar sebagai Pramuka Penegak.
Wisje turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan terhadap keikutsertaan siswa dalam kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi kerja panitia dan para pembina yang terlibat dalam memberikan pendampingan serta materi selama perkemahan.
Penguatan nilai swasembada pangan dalam tema kegiatan diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan. Nilai tersebut dinilai dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam pembangunan di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, SMAN 4 Bitung berharap lahir Pramuka Penegak yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Perkemahan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan generasi muda dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
Harto


















