Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang bukan alasan bagi masyarakat Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, untuk kehilangan optimisme. Di tengah kondisi cuaca yang kering, denyut kehidupan masyarakat tetap berjalan. Air masih tersedia, sawah tetap menjadi tumpuan, sementara aktivitas peternakan terus berkembang.
Bagi masyarakat Sambimaya, ketersediaan air menjadi salah satu anugerah yang patut disyukuri. Sumber air dari sungai dan sumur di lingkungan desa masih dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan. Warga mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Menurut masyarakat, kualitas air dari sumur dan sumber air setempat tergolong baik. Untuk kebutuhan konsumsi, warga tetap perlu memastikan kebersihan sumber dan memenuhi standar keamanan air sebelum digunakan atau diminum.
Peternakan Menjadi Bagian dari Kehidupan Warga
Hampir 90 persen masyarakat disebut memiliki atau memelihara ternak, mulai dari kambing, ayam, bebek hingga entok. Hewan ternak tersebut dipelihara sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi sumber tambahan penghasilan bagi keluarga.
Aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat Sambimaya mampu memanfaatkan potensi lingkungan untuk menopang kehidupan ekonomi keluarga.
“Alhamdulillah, meskipun musim kemarau cukup panjang, kami masih diberikan sumber air dan lingkungan yang mendukung kehidupan masyarakat. Banyak warga juga memelihara kambing, ayam, bebek dan entok,” ungkap salah seorang warga Sambimaya.Minggu 06/9/2026.
Di bawah kepemimpinan H. Turyadi bersama jajaran Pemerintah Desa Sambimaya, pembangunan sarana dan prasarana desa juga terus mendapat perhatian.
Salah satunya melalui pembangunan sarana olahraga berupa lapangan voli dan lapangan sepak bola serbaguna yang tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga dan aktivitas masyarakat, tetapi ternyata memiliki manfaat lain yang sangat dirasakan para petani.
Saat musim panen tiba, hamparan gabah dapat dijemur di lapangan sehingga membantu petani mempercepat proses pengeringan hasil panen.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak selalu harus menghasilkan satu fungsi. Sebuah fasilitas yang dibangun untuk kepentingan olahraga ternyata juga dapat memberikan manfaat langsung bagi sektor pertanian.
Hal sederhana tersebut menjadi nilai tambah tersendiri bagi masyarakat. Ketika lapangan tidak digunakan untuk kegiatan olahraga, ruang terbuka tersebut dapat dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat sesuai kebutuhan.
Kombinasi antara pertanian, ketersediaan sumber air, peternakan serta pembangunan fasilitas publik menjadi kekuatan tersendiri bagi Desa Sambimaya.
Masyarakat pun memiliki alasan untuk bangga tinggal di desa tersebut. Bukan semata karena sumber daya alam yang tersedia, tetapi juga karena adanya semangat gotong royong dan kemampuan masyarakat memanfaatkan fasilitas desa untuk kepentingan bersama.
Di tengah ancaman kemarau panjang, masyarakat diharapkan tetap menjaga sungai, sumur, saluran irigasi dan lingkungan sekitar. Sebab, keberadaan air merupakan aset penting yang harus dijaga bersama.
Pemerintah Desa Sambimaya bersama masyarakat juga dituntut untuk terus mengembangkan berbagai potensi yang ada agar mampu memberikan nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Sambimaya bukan sekadar desa tempat tinggal. Ia adalah ruang kehidupan tempat pertanian tumbuh, ternak berkembang, air tetap menjadi harapan, dan fasilitas desa hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Bagi warga Sambimaya, hidup di desa ini bukan sekadar pilihan tempat tinggal. Ini adalah kehidupan yang patut disyukuri, dirawat dan dibanggakan.




















