banner 728x250
Berita  

Bukan Sekadar Bedah Rumah, Lucky Hakim Bawa Harapan Baru bagi Warga Indramayu

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com– Rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berteduh, bagi sebagian warga Kabupaten Indramayu kini bersiap berubah menjadi hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Harapan tersebut hadir melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang menyasar masyarakat yang membutuhkan. Komitmen itu terlihat saat Bupati Indramayu Lucky Hakim didampingi Ketua Baznas Kabupaten Indramayu Aspuri mengunjungi sejumlah penerima manfaat, Minggu (13/9/2026).

banner 325x300

Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni. Bupati Lucky Hakim ingin melihat langsung kondisi rumah penerima manfaat sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.

Masing-masing penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para muzakki yang dihimpun melalui Baznas Kabupaten Indramayu. Selain itu, bantuan sembako juga diberikan oleh Dinas Sosial.

Salah satu penerima manfaat adalah Sarban (78), warga Desa Pegagan, Kecamatan Losarang. Rumah yang selama ini ditempatinya akan dibongkar dan diperbaiki secara menyeluruh agar menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman.

Tidak hanya perbaikan bangunan, hunian Sarban juga direncanakan dilengkapi kamar mandi di dalam rumah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memudahkan aktivitas sehari-hari, terutama bagi Sarban yang sudah lanjut usia.

Selama proses rehabilitasi berlangsung, Sarban akan tinggal sementara di rumah anaknya.

“Saya sangat berterima kasih dan bersyukur mendapat bantuan ini. Selama ini rumah saya kondisinya kurang layak. Mudah-mudahan setelah diperbaiki bisa lebih nyaman dan aman untuk ditempati,” ungkap Sarban.

Bantuan serupa juga diterima Masniyah (54), warga Desa Kandayakan, serta Parna (71), warga Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi.

Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar material untuk memperbaiki bangunan. Lebih dari itu, program Rutilahu menjadi jalan untuk menghadirkan kembali rasa aman setelah bertahun-tahun tinggal di rumah dengan kondisi yang kurang memadai.

Ketua Baznas Kabupaten Indramayu Aspuri mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama yang bersumber dari ZIS masyarakat.

“Melalui ZIS yang dihimpun Baznas, kami ingin memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama untuk membantu mereka memiliki rumah yang lebih layak,” ujarnya.

Aspuri berharap bantuan stimulan rehabilitasi Rutilahu dapat memberikan manfaat nyata sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat.

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat penting untuk memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

“Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh kebutuhan warga dan membawa perubahan nyata bagi kehidupan mereka,” katanya.

Menurut Lucky, rehabilitasi rumah tidak boleh hanya dipandang sebagai pembangunan fisik. Rumah yang lebih layak diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan memberikan ketenangan bagi keluarga penerima manfaat.

Sebab, bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan, rumah bukan sekadar bangunan berdinding dan beratap. Rumah adalah tempat berlindung, ruang berkumpul keluarga, sekaligus pijakan untuk menata kembali kehidupan.

Dari rumah yang diperbaiki, tumbuh harapan baru. Dari hunian yang lebih aman dan nyaman, warga diharapkan dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang dan bermartabat.

Program Rutilahu pun menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap warga tidak cukup hanya dengan janji. Ketika zakat, infak, sedekah, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, rumah yang semula nyaris tak layak huni dapat kembali menjadi tempat yang menghadirkan harapan.

(Casinih)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *