banner 728x250

Personel Ditpolairud Polda Sulut Tangani Karhutla di Tanjung Nanas Bitung

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

 

BITUNG | Personel Direktorat Polairud Polda Sulawesi Utara menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Tanjung Nanas, Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Rabu (23/9/2026). Penanganan dilakukan setelah petugas menerima laporan mengenai adanya titik api di kawasan tersebut.

banner 325x300

Sekitar pukul 19.00 WITA, personel Ditpolairud Polda Sulut tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk melakukan upaya pemadaman. Petugas berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke area lainnya.

Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 20.30 WITA. Personel bersama warga melakukan penyisiran dan pemadaman terhadap sejumlah titik api yang masih menyala dengan tetap memperhatikan keselamatan selama proses penanganan.

 

Hingga proses pemadaman dilakukan, penyebab awal kebakaran belum diketahui secara pasti. Petugas masih melakukan penanganan di lokasi dan tidak menyimpulkan penyebab kebakaran sebelum terdapat keterangan atau hasil pemeriksaan yang dapat memastikan sumber api.

Kondisi vegetasi yang kering selama periode kemarau menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena berpotensi mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan sebagai kesimpulan mengenai penyebab munculnya api di kawasan Tanjung Nanas.

Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas mengapresiasi respons personel yang segera menindaklanjuti laporan masyarakat. Ia menegaskan kesiapsiagaan Ditpolairud tidak hanya berada di wilayah perairan dan udara, tetapi juga mencakup bantuan kepada masyarakat di daratan. “Personel Ditpolairud Polda Sulut bukan hanya siap di laut dan udara, tetapi kami selalu siaga di darat untuk membantu, melayani, dan mengayomi masyarakat demi kenyamanan dan keamanan terbaik. Apapun bentuk ancamannya, kami akan terus hadir,” ujarnya.

Bayuaji juga mengingatkan personel untuk tetap semangat dalam menjalankan tugas dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Ia mengajak masyarakat turut berperan dalam mencegah Karhutla, antara lain dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara pembakaran yang dapat menimbulkan risiko kebakaran.

Masyarakat yang menemukan titik api, aktivitas pembakaran lahan, maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan Karhutla diimbau segera melaporkannya kepada pihak berwenang melalui Call Center Polri 110. Pelaporan secara cepat diharapkan dapat mempercepat penanganan sehingga api tidak meluas dan mengancam keselamatan warga, permukiman, serta lingkungan di sekitarnya.

Harto

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *