Indramayu,pikiranrakyatnusantara.com-Regenerasi kepemimpinan pelajar bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial.
Semangat tersebut mewarnai pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Nahdlatul Ulama Kabupaten Indramayu, Sabtu (10/10/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum bagi jajaran pengurus untuk memperkuat komitmen organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta menghadirkan program kerja yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi pelajar maupun masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik. Ia berharap amanah organisasi dijalankan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan semangat pengabdian.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Indramayu, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik. Saya berharap pelantikan ini menjadi awal untuk memperkuat komitmen dalam membina generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.
Lucky Hakim juga menegaskan pentingnya sinergi antara PC IPNU dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat program kepemudaan sekaligus mendukung terwujudnya Indramayu REANG.
Menurutnya, organisasi pelajar memiliki ruang strategis untuk membangun karakter generasi muda, mengembangkan potensi kepemimpinan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Indramayu, K.H. Mustofa, menekankan pentingnya penguatan organisasi pelajar melalui pembinaan kader yang berkesinambungan. Ia berharap IPNU tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya pelajar, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk membangun integritas, memperdalam nilai-nilai keagamaan, dan meningkatkan kontribusi sosial.
Mustofa juga mendorong pengurus PC IPNU Kabupaten Indramayu untuk menjaga kekompakan, memperkuat soliditas, serta menyusun program yang relevan dengan kebutuhan pelajar dan tantangan perkembangan zaman.
Baginya, keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari terselenggaranya pelantikan atau terbentuknya kepengurusan. Lebih dari itu, keberhasilan harus tercermin melalui kualitas kader, konsistensi kegiatan, serta manfaat nyata yang dirasakan oleh pelajar dan masyarakat.
Melalui momentum ini, PC IPNU Kabupaten Indramayu diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga kuat dalam akhlak, kreatif dalam berkarya, dan tangguh dalam menghadapi tantangan.
Regenerasi kepemimpinan pada akhirnya harus dibuktikan melalui pengabdian. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, IPNU diharapkan menjadi bagian dari upaya mencetak kader pelajar yang mampu memberikan kontribusi positif bagi umat, bangsa, dan kemajuan Kabupaten Indramayu.
(Casinih)
















