BITUNG, pikiranrakyatnusantara.com | Komandan Sekolah Calon
Tamtama (Dansecata) Rindam XIII/Merdeka, Letkol Inf Ade R, S.I.P., M.M., M.H.I., M.Sc., menerima audiensi perdana pengurus Persatuan Organisasi Lintas Adat, Budaya, dan Agama (Pola) Bitung yang dipimpin Ketua Umum Puboksa Hutahaean, Jumat (16/10/2026), pukul 10.00 WITA. Pertemuan berlangsung di Ruang Serambi Kehormatan Secata Rindam XIII/Merdeka, Kota Bitung, Sulawesi Utara, sebagai upaya memperkuat komunikasi dan kemitraan antara TNI dan organisasi kemasyarakatan.
Audiensi tersebut menjadi sarana bagi kedua pihak untuk membangun hubungan yang konstruktif dalam mendukung program pemerintah, menjaga persatuan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengurus Pola Bitung disambut oleh Dansecata beserta jajaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab melalui perkenalan dan pertukaran pandangan mengenai pentingnya menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Letkol Inf Ade R menegaskan bahwa TNI merupakan bagian dari rakyat yang memiliki tanggung jawab untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Ia menjelaskan bahwa tugas Secata Rindam XIII/Merdeka tidak hanya berfokus pada pendidikan dan pelatihan calon prajurit, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, disiplin, dan profesionalisme sebagai bekal dalam menjalankan tugas pengabdian.
Menurut Letkol Inf Ade R, hubungan yang baik antara TNI dan organisasi kemasyarakatan merupakan salah satu unsur penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Ia juga menekankan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara tidak terbatas pada jabatan maupun masa dinas, melainkan merupakan tanggung jawab yang berlandaskan semangat kebersamaan dan kedekatan dengan rakyat.
Selain membahas penguatan kemitraan, Dansecata turut menyampaikan informasi mengenai penerimaan prajurit TNI Angkatan Darat melalui jalur Tamtama. Dalam pemaparannya, ia menyebutkan ketentuan batas usia maksimal 26 tahun sebagaimana disampaikan dalam audiensi tersebut. Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa proses rekrutmen TNI AD tidak dipungut biaya serta mengimbau calon peserta agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan. Persyaratan resmi tetap perlu merujuk pada pengumuman penerimaan TNI AD yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Umum Pola Bitung, Puboksa Hutahaean, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan informasi yang diberikan oleh jajaran Secata Rindam XIII/Merdeka. Ia menegaskan komitmen Pola Bitung untuk mendukung program TNI dan pemerintah, khususnya kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat persatuan lintas adat, budaya, dan agama.
Sebagai tindak lanjut audiensi, Pola Bitung berencana melaksanakan kegiatan pembagian masker gratis dengan melibatkan personel Secata Rindam XIII/Merdeka. Rencana kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya membangun kerja sama melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung. Namun, pelaksanaannya masih berupa rencana yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Puboksa Hutahaean berharap audiensi perdana ini dapat menjadi awal dari komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan antara Pola Bitung dan TNI. Setelah pertemuan di Secata Rindam XIII/Merdeka, pengurus Pola Bitung dijadwalkan melanjutkan audiensi kedua di Yonif TP 916/Bara Sakti setelah pelaksanaan Salat Jumat. Melalui komunikasi dan rencana kegiatan sosial tersebut, kedua pihak diharapkan dapat memperkuat sinergi, menjaga kerukunan, serta mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Harto


















